Dosen Unkhair Ternate Minta Pilrek Transparan

Editor: Admin author photo

 

Kantor Rektorat Unkhair Ternate (foto:ist) 
Ternate-Terkait tidak transparansi oknum panitia pemilihan pada rektor universitas Khairun Ternate yang dilakukan beberapa waktu lalu, membuat dosen mudah Unkhair Ternate DR. M. Nasir Tamalene angkat bicara. Ia menilai jika dalam kerja panitia jika tidak netral maka perlu di evaluasi oleh komisi etika perguruan tinggi serta kementerian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 

Kepada media ini M. Nasir mengatakan panitia pemilihan rektor harus mempunyai prinsip kerja dan bertanggung jawab terhadap aturan. 

"Saya komentar sebagai dosen Unkhair, prinsipnya dalam pemilihan rektor punya aturan, dan panitia selalu penanggungjawab harus mengikuti aturan yang ada. Tetapi jika misalnya ada kandidat tertentu yang tidak lolos itu berarti ada syarat syarat tertentu yang mungkin tidak memenuhi syarat berdasarkan panitia aturan," ungkap Acil sapaan akrab M. Nasir Tamalene. 

Lanjut ia menegasakan bukan soal itu namun jika ada oknum panitia yang tidak netral, maka akan merugikan calon kandidat rektor yang akan bertarung nanti. 

"Semua harusnya di buka secara transparan, apalagi ini adalah Perguruan tinggi, sebagai dosen saya malu kalau ada oknum panitia tidak netral di pemilihan rektor Unkhair, kalau tidak netral maka harus di laporkan ke Komisi etik universitas, atau di laporkan ke kementerian hal menyalahi itu," ucap Doktor muda itu. 

Termasuk dalam verifikasi berkas yang dinilai tidak terbuka, maka kesiapan dari kandidat lain akan bermasalah. 

"Verifikasi berkas harus di sampaikan, Praktek ini sangat di sayangkan, tapi kalau benar ada di panitia saya mendukung panitia dalam pemilihan rektor," pungkasnya.

Sementara itu selaku Ketua Panitia Pilrek Hidayatussalam mengatakan Panitia bekerja tapi senat lah yang menentukan. Rapat pleno 1 yang awalnya dijadwalkan pada 12 April kemarin alasannya ditunda lantaran senat, termasuk panitia, beritikad meloloskan semua calon.

“Komposisi Senat Universitas terdiri atas rektor, wakil rektor, para dekan, utusan dari masing-masing fakultas dan guru besar. Orang-orang yang punya kapasitas dan kredibilitas di Unkhair semua hadir dan memberikan suara,” sebut Hidayat. 

Ia juga mengakui telah berkonsultasi dengan Kementerian dan kemudian mendapat surat balasan. 

“Akhirnya diputuskan untuk berkonsultasi menyurat ke Kementerian (Pendidikan dan Kebudayaan). Balasan dari Kementerian mengisyaratkan 3 calon yang ditanyakan tidak memenuhi syarat, yakni Dr. Sutaryo terkait syarat manajerial dan Dr. Mukhtar Adam terkait SK hilang yang digantikan dengan surat keterangan. Sementara Dr. Syamsul Somadayo juga dengan problem serupa,” terangnya

“Surat balasan dari Kementerian ditindaklanjuti dengan sidang Senat Universitas kemarin (30/4). Lantas di mana letak unsur kesengajaan?” tanya Hidayat.

Ia bilang Senin (3/5) nanti panitia akan menyampaikan surat resmi ke semua bakal calon terkait hasil pleno sidang Senat Universitas. (Red-tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini