Ini Penjelasan KSOP Ternate Terkait Perbedaan Data Jumlah Penumpang KM. Karya Indah

Editor: Admin author photo
Konferensi Pers KSOP Ternate

TERNATE  - Jumlah data penumpang KM. Karya Indah yang terbakar di perairan  Kabupaten Sula, Maluku Utara pada Sabtu, (29/5) kemarin bertambah sebanyak 283 orang. Jumlah tersebut didapatkan pasca evakuasi korban oleh Tim Sar.

Meski begitu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Kelas II Ternate, Provinsi Maluku Utara tetap berpatokan pada data manifes penumpang sebanyak 181 orang dan 14 ABK.

"Jumlah itu sudah kita laporkan kepada Kementerian Perhubungan Direktorat jenderal Perhubungan Laut, jadi kita tetap mengacu kepada data manifes, meski terjadi selisih angka jumlah penumpang," ujar Kepala KSOP Kelas II Ternate, Affan Tabona saat menggelar konferensi pers di kantornya, Senin 31 Mei 2021.

Affan menyatakan,  penambahan angka penumpang tersebut merupakan tanggungjawab dari nahkoda dan agen kapal. Itu karen sebelum menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar atau SPB, nahkoda kapal telah memberikan Master Sailing Declaration yang di atur dalam PM nomor 82 Tahun 2014.

Surat  pernyataan Master Sailing Declaration atau surat pernyataan yang dibuat oleh Nakhoda tersebut, kata Affan menerangkan bahwa, kapal, muatan, dan awak kapalnya telah memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim untuk berlayar ke pelabuhan tujuan.

"Dengan adanya surat itu, kita Kesyahbandaran sudah tidak mencampuri lagi urusan itu, karena yang di manifes sesuai dengan kapasitas sebanyak 181 orang, itu pun masih dibawa norma atau tidak melebihi kapasitasnya 300 orang, jadi kita tidak periksa sampai di dalam kapal," katanya.

Selain itu, Affan juga menyentil  terkait legalitas izin operasional KM Karya indah. Ia menjelaskan, izin dari kapal tersebut dikeluarkan melalui Kementerian Perhubungan Direktorat jenderal Perhubungan Laut, itu karena pelayaran nya antar Provinsi.

"Jadi tidak memerlukan izin dari daerah. Yang memiliki izin (daerah) itu hanya kapal antar kabupaten dan kota," sambung Affan.

Kepala Seksi Lalulintas Angkutan dan Usaha Kepelabuhan KSOP Ternate,  Muchlis Djunaedy menambahkan, KM Karya Indah merupakan angkutan laut nasional dibawah PT Ajulsafikram Line.

Ia menjelaskan, dalam klasifikasi Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Angkutan Di Perairan maupun peraturan menteri nomor 93 tahun 2013 tentang penyelenggaraan dan pengusahaan angkutan laut, PT. Ajulsafikram di kelompokkan dalam angkutan dalam negeri, itu karena memiliki Surat Izin Usaha Perusahan Angkutan Laut atau Siupal yang dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal melalui Single Submission atau OSS.

"Karena KM Karya Indah memiliki spesifikasi kapal karena berada diatas 1100 GT atau diatas 19 GT, maka pelayarannya seluruh perairan Indonesia, sehingga rencana pengoperasian kapal dikeluarkan oleh Direktorat jenderal Perhubungan Laut, jadi polanya tetap dan terjadwal, sehingga mereka mengumumkan kepada khalayak jadwal tetap, pasti dan pelabuhan tujuannya jelas," tambahnya.

Untuk itu lanjut Djunaedy, pelayaran KM Karya Indah tidak ilegal karena RPK nya berlaku mulai 11 Maret hingga 11 September 2021 dengan sistem barkot.

"Jadi itu bisa diakses melalui aplikasi simlala atau Sistim Management Lalulintas Angkutan Laut, karena sistem perizinan nya bersifat online, jadi bukan pelayaran rakyat, kalau pelayaran rakyat sistem perizinannya melalui Siuper atau Sur Izin Usaha Pelayaran Rakyat yang kewenangannya berada pada provinsi," tandasnya.

Penulis : Tim
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini