Korupsi Dana Asrama Pesantren, Tamrin Walid Di Tahan Kejari Halteng

Editor: Admin author photo

 

Tersangka Tamrin Walid Saat Di Periksa Kejari Halteng (dok:ist) 
Weda- Kejaksaan Negeri (Kejari) Weda akhirnya menetapkan 1 tersangka atas kasus korupsi proyek pembangunan Asrama Pesantren Di Desa Weda, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Tahun Anggaran 2016 dengan nilai kerugian Rp 222.550.00.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Eka Jacob Hayer mengatakan, telah menetapkan 1 tersangka yang ditetapkan pihak Kejaksaan Negri (Kejari) Weda atas kasus korupsi pembangunan Asrama Pesantren. 

"Kejari telah menetapkan Bapak Tamrin Walid selaku mantan Kepala Bagian Perekonomian di Pemkab Halmahera Tengah dan sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam kasus korupsi pembangunan asrama pesantren," ungkap Eka. Senin, (31/05/2021) diruang kerjanya. 

Lanjutnya mengatakan penahanan tersangka berdasarkan Undang-Undang. "Penahanan terhadap Tamrin Walid yang sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan asrama pesantren terhitung 20 hari kedepan, Jadi penahanan mulai dari tanggal 31 sampai tanggal 19 Juni," sebut Eka. 

Bahkan Eka bilang dalam waktu dekat kasus tersebut akan di limpahkan ke pengadilan. 

"Dan dalam waktu dekat Pa Tamrin kita limpahkan ke pengadilan karena berkas perkara beliau sudah lengkap," cetusnya. 

Rencananya Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih memeriksa kelengkapan berkas dan hari ini diserahkan berita acara pemutusan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk koreksi. "Jadi mungkin dalam satu minggu ini tugas JPU masih koreksi kelengkapan berkas dari tersangka," tandasnya.

Menutup wawancara tersebut akan terus melakukan pendalam sehingga sidang lebih cepat di selenggarakan 

"Sementara ini Kejaksaan Negri (Kejari) Weda masi melakukan pendalaman terhadap Setya Budih, kemudian Tamrin Walid dan Alfa Yendra dalam minggu ini sudah limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) nanti JPU menyatakan lengkap alihkan ke pengadilan sehingga bisa melanjutkan sidang terhadap Tamrin Walid dan Alfa Yendra," tutup Eka dalam wawancara tersebut. (Red-tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini