Nasir : Sembilan Balon Rektor Unkhair Ternate Lolos Secara Undang-Undang

Editor: Admin author photo
M. Nasir Tamalene Dosen Unkhair Ternate. (Foto:ist) 


Ternate, - Pemilihan Rektor Universitas Khiarun Ternate Periode 2021-2025, sesungguhnya telah meloloskan 9 bakal calon Rektor Unkhiar 2021-2025, berdasarkan Jadwal Resmi Panitia ditetapkan pada tanggal 9 April 2021 lalu. 

Hal ini disampaikan Muhammad Nasir Tamalene Dosen Universitas Kahirun Ternate mengatakan telah terlewati jadwal, tanpa ada pengumuman resmi panitia, maka sesuai jadwal resmi panitia proses pemilihan telah sah penetapan 9 bakal calon rektor.

"Terkait Surat Panitia pemilihan Rektor Universitas Khairun nomor : 005/UN44/PR/2021, tanggal 3 Mei 2021 perihal penyampaian hasil Penetapan Bakal Calon Rektor 2021-2025, hanya bersifat informasi kepada para bakal calon rektor bahwa para anggota senat telah berkumpul dan berdiskusi pada tanggal 30 April 2021," ungkap Nasir. Minggu (16/05/21). 

Lanjut Nasir mengatakan isi dari diskusi para anggota senat tersebut tidak menjadi keputusan yang bersifat mengikat, karena tidak menghasilkan keputusan apapun. 

Dan faktanya sampai saat ini tidak ada surat keputusan Senat tentang Penetapan Bakal Calon Rektor Universitas Khairun Ternate.

"Mahasiswa Fakultas Hukum semester 3, yang belajar tentang hukum administrasi negara juga paham, bahwa syarat sebuah keputusan yang bersifat mengikat jika ditetapkan dalam sebuah surat keputusan yang didalamnya tersedia konsideran dari sebuah keputusan, artinya keputusan yang ditetapkan penyelenggara pemerintahan, perlu disusun sesuai kaidah-kaidah hukum yang berlaku," papar Doktor Muda itu. 

Nasir juga mengatakan Surat Panitia pemilihan Rektor Universitas Khairun nomor : 005/UN44/PR/2021 penyampaian hasil Penetapan Bakal Calon Rektor 2021-2025, tanpa dilampirkan Surat Keputusan Senat dan Tidak Merujuk Surat Keputusan Senat, maka tidak dapat diakui sebagai keputusan, 

"Jika nantinya panitia beralasan bahwa surat keputusan tersebut ada, bisa jadi Surat Keputusan itu dibuat setelah menjadi polemik yang disampaikan oleh para bakal calon rektor," terangnya. 

Bahkan Nasir juga menyuruh untuk melihat pasal 52 UU 30/2014, menegaskan bahwa syarat sahnya keputusan meliputi :a. Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang; b. Dibuat sesuai prosedur; dan c. Substansi yang sesuai dengan objek Keputusan. Sedangkan pada Pasal 55 ayat (1) menjelaskan bahwa “setiap Keputusan harus diberi alasan pertimbangan yuridis, sosiologis, dan filosofis yang menjadi dasar penetapan keputusan”.

Lebih lanjut Nasir mengatakan telah diatur dalam Pasal 56 ayat (1) dan ayat (2) UU 30/2014 menjelaskan bahwa : 1. Keputusan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaiman dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) huruf a merupakan keputusan yang tidak sah. 2. Keputusan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 ayat (1) huruf b dan huruf c merupakan keputusan yang batal atau dapat dibatalkan Pengaturan yang sama pada Permendikbud tentang Tata Naskah yang berlaku di lingkungan Kemendikbud dalam hal keputusan yang ditetapkan. 

"Sehingga dari penjelasan dalam UU 30 tahun 2014 dan peraturan lainnya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akademisi yang diatur dalam PP 4/2014, maka Senat Universitas Khairun Ternate, tidak menetapkan Keputusan terhadap Bakal Calon Rektor, sampai dengan Batas Waktu yang ditetapkan oleh Panitia pada tanggal 9 April 2021," tatar Nasir. 

Atas isi aturan tersebut Nasir mengatakan 9 kandidat calon rektor Unkhair Ternate dinyatakan sah mengikuti proses pilrek. 

"Dengan demikian Para Bakal Calon Rektor sebanyak 9 Orang otomatis dinyatakan Sah mengikuti proses pemilihan rektor sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia," tutupnya. 

Sampai berita ini diterbitkan pihak panitia masih dalam usaha konfirmasi wartawan kami. (Red-tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini