Akademisi Nilai Stuband DPRD Tikep ke Morotai Buang-buang Anggaran

Editor: Admin author photo
Yusup Kamis saat diwawancarai awak media (dok.Aidar/NT)

TIDORE - Studi banding (Stuband) anggota DPRD Kota Tidore kepulauan (Tikep)  ke Kabupaten pulau Morotai pada Senin, 14 Juni 2021 kemarin mendapat sororan tajam dari akademisi Universitas Nuku, Yusup Kamis. 

Kegiatan Kunjungan Kerja dan Study Banding DPRD Tikep itu diketahui berlangsung selama tiga hari. Tujuan dari kegiatan itu dalam rangka mempelajari kesuksesan Pemerintah Morotai dalam meningkatkan kualitas pelayanan Tol Laut, Pendidikan dan Kesehatan. 

Berdasarkan Rundown Stuband, perjalanan anggota DPRD ke Pulai Morotai ini diduga mengabiskan anggaran daerah yang bersumber dari APBD Tahun 2021 senilai Rp. 289.981.700. Dengan rincian, tiga orang Pimpinan DPRD masing-masing dijatahi per orang Senilai Rp. 10.528.000. Untuk para anggota sebanyak 22 orang masing-masing dibiayai senilai Rp. 10.210.000. 

Sementara untuk pendamping sebanyak 6 orang, Sekwan senilai Rp. 9.710.000, Kepala Bagian Persidangan senilai Rp. 6.473.600. Dan 4 orang staf masing-masing Rp. 5.870.000.

Yusup Kamis mengatakan, Kota Tikep saat ini masih di wabah covid-19, untuk itu DPRD mestinya lebih bijak dalam memikirkan kondisi keuangan Daerah. Sehingga DPRD benar-benar fokus menyelesaikan problem daerah yang berkaitan dengan penanganan Covid-19. Itu karena menurut dia,  Kota Tidore Kepulauan telah melakukan refocusing anggaran begitu besar dalam penanganan Covid-19, sehingga sudah pasti membutuhkan pengawasan dari DPRD.

"Bagi saya Stuband yang dilakukan DPRD ini belum terlau penting, apalagi dengan menghabiskan anggaran yang begitu besar. Padahal jika hal itu dianggap penting, maka DPRD bisa saja memanfaatkan tekhonologi untuk melakukan Kunjungan Kerja atau Stuban melalui Virtual, sehingga tidak terlalu boros anggaran," ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan di Djoung Cafe, Rabu (16/6/2021).

Sementara terkait dengan Agenda DPRD yang berkaitan dengan persoalan Pendidikan, Yusup mempertanyakan apa masalah ril di Tidore sehingga DPRD kemudian melakukan Stuband Di Morotai. Untuk itu ia meminta alasan dari DPRD atas kunjungan tersebut.

"DPRD harus bisa menjelaskan alasan mereka terkait dengan masalah pendidikan di Tidore, sehingga membuat mereka harus berkunjung ke Morotai, ini yang harus dijelaskan oleh DPRD," ucap Warek III Universitas Nuku tersebut.

Sedangkan terkait dengan masalah kesehatan, sambung Yusup, harusnya DPRD lebih memperhatikan secara dalam apa permasalahan yang dialami Tikep di bidang kesehatam, bukan malah melakukan Stuban di Morotai yang menurutnya hal tersebut hanya menghabiskan anggaran daerah.

"Kalau soal tol laut kenapa tidak kita tunggu saja hasil kajian dari kementrian atau Dinas terkait, kan DPRD bisa saja memanggil Dinas terkait untuk mempertanyakan masalah yang dialami sehingga bisa dicarikan solusi bersama, bukan pergi meminta penjelasan di Instansi lain, yang secara administrasi berada di luar Kota Tidore Kepulauan," terangnya.

Penulis : Aidar Salasa
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini