Buruh Meninggal, Kopri PKC Malut Sesal Kerja PT. IWIP Yang Lambat

Editor: Admin author photo

 

Ketua Kopri PKC PMII Maluku Utara (dok:ist) 

Ternate-Pengurus Koordinator Cabang Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Maluku Utara meminta Perusahaan PT IWIP segera menindaklanjuti korban kebakaran yang meninggal dunia akibat meledaknya tungku smelter A milik PT IWIP, serta meminta pemerintah Daerah Maluku Utara untuk mengambil tindakan tegas atas insiden ini. 

"Korban ledakan tungku smelter A milik PT IWIB, telah meninggal dunia kemarin, sabtu (19/06/2021) atas nama Arif Yunus (35) warga tadupi, di rumah sakit pertamina jakarta, almarhum adalah salah satu korban luka bakar yang cukup serius," ungkap Wahida. Minggu (20/06/21). 

Lanjut ia mendapatkan informasi bahwa korban sampai saat ini belum dapat dipulangkan dan belum ada informasi dari pihak perusahaan. 

"Namun sampai sekarang, korban belum bisa dipulangkan, akibat masih menunggu koordinasi perusahan, pasalnya keluarga korban sudah menghubungi pihak perusahan tapi belum ada kejelasan kapan korban bisa di pulangkan ke daerahnya untuk di makamkan," ungkap Wahida. 

Wahida juga bilang pihak perusahaan untuk harus bertanggung jawab full sebab ini adalah sebuah kecelakaan kerja yang terjadi di perusahan tersebut. 

"Jangan main sembunyi tangan perihal kasus meledaknya smelter A milik PT IWIP ini, korban sudah meninggal dari kemarin tapi sampai hari ini korban belum bisa dipulangkan," cecar Wahida kesal. 

Ia bahkan meragukan kinerja perusahaan dalam keberpihakan pada buruh. "Kalau sampai kasus ini tidak ditangani dengan baik, kami sangat meragukan elektabilitas perusahan dalam menangani persoalan buruh, padahal buruh memiliki hak yang sudah di atur dalam undang-undang, dan itu wajib hukumnya untuk dipenuhi oleh perusahan," tandasnya.

Ia beharap pemerintah daerah Maluku Utara dan Halmahera Tengah untuk mengambil tindakan tegas. "Kami berharap pemerintah daerah juga harus tegas dan jangan tinggal diam, masalah meledaknya smelter A dan tidak ada konfirmasi jelas atas kepulangan korban ledakan atas nama Arif ini menjadi pita merah bagi PT IWIP," tutupnya. 

Sampai berita ini diterbitkan pihak terkait masih dalam konfirmasi wartawan kami. (Red/tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini