Demi Pendidikan, Pelajar di Kepulauan Sula Harus Bertaruh Nyawa

Editor: Admin author photo
Para siswa menyembrang suangi deras saat menuju sekolah (dok.Suhardi/NT)

SANANA - Demi mengeyam pendidikan, pelajar di Kabupaten Sula, Maluku Utara, harus bertaruh nyawa menyebrangi sungai deras di setiap harinya untuk berangkat dan pulang sekolah.

Kondisi ini dialami puluhan siswa- siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten setempat.

"Kasihan anak-anak ini, demi untuk bisa sekolah mereka harus bertaruh nyawa terus menerus, bahkan ketika hujan deras tiba maka mereka harus mogok belajar," ujar warga desa Waisakai, Amal Umaternate saat dihubungi Nusantaratimur.com, Selasa (22/06/2021).

Mirisnya kata Amal,  kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun atau sejak tahun 2016 tanpa ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Sula dan Provinsi Maluku Utara.

"Siswa melintasi sungai yang deras seperti ini sudah lama terjadi, bahkan sudah bertahun-tahun. Kenapa ini di biarkan pemerintah, kalau terjadi dengan anak-anak siapa yg bertanggung jawab," katanya.

Amal yang juga guru honor di sekolah Aliyah itu berharap, agar ada perhatian serius dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah dan tuntutan para pelajar tersebut. 

"Karena hanya dengan begitu siswa dan guru dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik di sekolah, " tandasnya.

Penulis : Suhardi Umagapi
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini