Lelilef-Weda Kota Industri, Dipinggiran

Editor: Admin author photo

 

Om Pala Melanesia 

OLEH 

DR. MUKHTAR A. ADAM 

AHLI EKONOMI MALUKU UTARA

Tak banyak yang mengenal desa kecil di Halmahera Tengah, sekalipun geliat Halteng sebagai kabupaten tambang telah tercatat sejak tahun 70-an melalui PT Aneka Tambang di Gebe. Antam melalui Gebe, memacu investasi mengerahkan pulau Gebe, sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi Maluku dan Kabupaten Maluku Utara. Antam dan Barito menjadi daya tarik bagi tumbuhnya perbankan di Kota Ternate, dan Ternate menjadi layanan dagang dan jasa dari perkasanya investasi Halmahera.

Lelilef, desa kecil itu, telah berubah menjadi sebuah kota, investor Tiongkok datang menumbangkan investor Prancis dengan Branding Weda By Nikel, sahamnya di babat habis kelompok investor Tiongkok yang terkenal raksasa di dunia tambang, setelah selesai menggarap Morowali Sulteng, Lelilef kembali menjadi gadis manis bermata cipit menggoda pelaku negara yang terpuruk dari resesi telah mampu menjadi penyanggah pemulihan dari ekspor yang tak pernah redup.

Lelilef-Weda berubah wajah, jalan yang mulus rusak akibat jumlah aktivitas yang tinggi, banjir datang memotong jalur transportasi, warga desa di kagetkan dengan migrasi penduduk dari luar daerah, pejabat daerah berbondong-bondong membangun kos kosan, saling sahut saling cari untung tak terbendung, warga sekitar menjual tanah membeli mobil, lalu menyembur dirinya orang kaya baru.

Orang kaya baru ? Atau orang miskin baru ? Tanah sebagai aset yang tumbuh setiap jam di Lelilef, tukarkan dengan mobil avanza sebagai simbol orang kaya ? Ataukah simbol orang miskin, karena mobilnya bakal susul setiap jam, mereka tak sadar setiap jam assetnya hilang dimakan usia, sedangkan tanahnya yang terus naik malah dilepas ke pemilik modal pencari laba yang pintar memanfaatkan peluang dan menumbangkan warga yang tak paham bisnis, tak paham mengelola Asset.

Memang dunia ini hanya panggung saling memanfaatkan yang miskin di manfaatkan yang kaya. Yang kuasa memanfaatkan yang pintar, yang pintar memanfaatkan yang tak paham, yang tak paham sumber dimanfaatkan.

Lelilef-Weda, kini menyumbang pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi bukan hanya ke Halteng dan Maluku Utara, tapi menjadi penyumbang devisa yang mengiurkan bagi upaya pemulihan, karena itu banyak pejabat negara menjadikan Lelilef-Weda sebagai destinasi kunjungan kenegaraan yang bakal setiap waktu, saat diberi waktu destinasi wisata tambang itu akan menjadi pusat perhelatan yang memberi kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan konsumsi energi dunia, dan warga Lelilef-Weda dipastikan tak sangup membeli produknya yang berbahan baku, karena harga melambung tinggi mengalahkan tanahnya yang telah terjual. 

Terima kasih Lelilef-Weda telah menjadi bagian terpenting dari pemulihan ekonomi bangsa yang lagi sakit dari serangan virus Covid-19, Lelilef-Weda tampil sebagai rorano yang tepat untuk pemulihan. Wallahu A'lam Bishawab. (**) 

Share:
Komentar

Berita Terkini