Mantan Aisten II Kepsul Sebut Fifian Adeningsih Mus Lakukan Praktik Pembohongan

Editor: Admin author photo
Arif Umasugi (istimewa)

SANANA - Mantan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Arif Umasugi menyebut, kebijakan Fifian Adeningsih Mus dalam mencopot Sekda dan sejumlah kepala OPD di lingkup pemerintah Kepsul adalah praktik pembohongan.

Pasalnya menurut dia, kebijakan dengan alasan telah berkonsultasi dengam Dirjen OTDA itu nyatanya tidak sesuai fakta dan bertentangan dengan undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah. Anehnya kata Arif, bupati mengaku telah berkonsultasi dengan OTDA secara lisan.

"Padahal dalam pasal 162 ayat 3 undang-undang nomor 10 tahun 2016 tetangn pemilihan kepala daerah, Gubernur, Bupati atau Wali Kota yang melakukan pergantian jabatan di lingkup pemerintah daerah atau kabupaten itu terhitung 6 bulan sejak pelantik, dan itu juga harus mendapat persetujuan tertulis  dari Mendagri," terang Arif Umasugi saat dihubungi Nusantaratimur.com, Jum'at (11/06/2021).

Lantaran kebijakan kontroversi tersebut, Arif mengaku,  Dirjen OTDA dan Gubernur Maluku Utara akan melakukan investigasi di Kabupaten Kepsul terkait kebijakan pencopotan tersebut.

"Kalau seorang pemimpin baru memulai kepemimpinannya dengan pratek pembohongan terhadap aturan, itu pertanda negeri ini akan hancur," tegas Arif.

"Saya tegaskan, kalau perempuan (bupati) datang di Sula ini sebagai pemimpin maka seluruh ASN Sula siap loyal. Tapi kalau datang di  Sula sebagai musuh yang sekedar melampiaskan dendam maka selaku ASN torang siap lawan," tandasnya.

Penulis : Suhardi Umagapi
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini