Menuju Segitiga Emas, Ini Empat Program Prioritas Limau Raha

Editor: Admin author photo

 

Foto kegiatan Forum Limau Raha (sumber:ist) 

Ternate,- Konsep Segitiga emas terus mendapat dukungan kali ini lewat Forum Legislatif limau raha menyepakati empat Program Prioritas, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesehatan, Perdagangan dan Jasa serta Pertanian dan industri. Empat rumusan di atas, akan menjadi prioritas daerah dengan fokus kebijakan setelah di setujui bersama DPRD dan Pemerintah Daerah.

Dalam pembahasan tersebut, bertindak sebagai Moderator Hudan Irsyadi Yusuf mengatakan akan melakukan singkronisasi dokumen perencanaan Kawasan Limau Raha, membentuk Badan Pengelola Kerjasama Limau Raha, mendesain kerjasama yang lebih nyata melalui rumusan kerjasama dalam dokumen APBD Perubahan 2021 untuk memastikan kerjasama yang berkelanjutan dan mendukung pengembangan Kawasan Khusus Sofifi, melalui pengembangan Kawasan Limau Raha yang menjadi program bersama pemerintah pusat, Provinsi, Kab/kota dan desa/kelurahan.

Dosen muda Unkhair Ternate itu mengatakan ada juga Pengembangan Kawasan Industri Rempah, dibentuk dalam model pengelolaan privat sektor melalui pemegang saham Pemerintah Provinsi, Halbar, Ternate, dan Tidore, Perusahaan tambang di Maluku Utara, BUMN di Maluku Utara dan Publik.

"Program Prioritas yang perlu dilaksanakan dalam rumusan Roadmap yang jelas dan terukur dalam kerjasama yaitu: Penetapan Kawasan Industri Rempah, Pusat Layanan Kesehatan, Pusat Layanan Pendidikan dan Kebudayaan serta Pusat Perdagangan dan Jalur Distribusi," sebut Hudan. 

Di sektor pusat layanan pendidikan, dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan angkat kerja, ditengah pertumbuhan industri diberbagai sektor namun SDM belum siap pakai menjadi problem klasik yang perlu tersedia solusi.

"Diutamakan penyediaan Tenaga Guru pada berbagai jenjang Pendidikan, bukan hanya kurang tetapi dengan standar kompetensi belum memenuhi syarat, pembangunan pendidikan multikultural, pesantren, dan pendidikan vokasi," paparnya. 

Di sektor Komoditi yang menjadi prioritas dalam kawasan industri rempah yang direncanakan luas lahan minimal 100 ha. Khusus komoditi berbahan baku Perkebunan, Kelapa, cengkeh, pala Pertanian, khusus tanaman pangan, Perikanan, darat dan laut, industri perkapalan, perikanan, dan kelautan yang mendukung kebutuhan wilayah kepulauan.

Selain itu untuk pusat layanan kesehatan, merupakan pusat rujukan bagi RSUD Kab Kota dan Puskemas untuk penyediaan fasilitas kesehatan yang memiliki kualifikasi Nasional. 

"Untuk mengurangi beban biaya layanan kesehatan masyarakat yang banyak keluar daerah seperti Manado, Makassar dan Jakarta, karena kekurangan fasilitas, kualitas pelayanan, tenaga medis dan para medis yang terbatas, untuk itu dibutuhkan satu rumah sakit bertaraf internasional dalam pelayanan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan industri tambang dan interaksi Maluku Utara dengan ekonomi global di Pasifik," terang Hudan. 

Sementara itu di Pusat Perdagangan, Hudan bilang problem yang dirasakan harga-harga barang konsumsi menjadi beban bagi pendapatan. 

"Warga Ternate bahkan masuk 3 kota termahal di Indonesia, problemnya harga-harga barang konsumsi menjadi sangat berat bagi warga dan sumber kemiskinan Maluku Utara," tandasnya. 

Lewat Forum Legislatif Limau Raha, Hudan mengatakan memandang perlu dibentuk Usaha bersama Limau Raha melalui Limau Raha Mart di setiap Desa dan Kelurahan memanfaatkan Dana Desa dan Dana Kelurahan, yang suplai Kab Kota melalui BUMD, dan pusat distribusi di lakukan melalui BUMD kerjasama antar daerah.

"Untuk dapat menstabilkan harga, dan menetapkan satu harga di kawasan Limau Raha, dapat dilakukan melalui Tol Laut dan rekayasa sistem perdagangan yang efisien dan efektif bagi masyarakat untuk menjamin ketersediaan dan harga barang konsumsi yang terjangkau," cetusnya. 

"Dukungan bagi perdagangan barang konsumsi khusus sektor pertanian tanaman pangan dibutuhkan Gudang Friser yang terletak di pasar dan atau pelabuhan di masing-masing daerah seperti : Pasar Dufa-Dufa Ternate, Pasar Gamalama Ternate, Pasar Rum Tidore, Pasar Sarimalaha Tidore, Pelabuhan Sofifi dan Pasar Gufasa Jailolo," sambungnya. 

Khusus transportasi Laut, dibutuhkan subsidi barang hasil pertanian, pada jalur transportasi, Lintasan Halbar ke Pelabuhan, Lintasan laut Jailolo ke Ternate, Lintasan Halbar Sofifi, Lintasan Oba Sofifi, Lintasan Halmahera Ternate serta Lintasan Tidore Ternate. 

"Penting dibutuhkan dukungan kapal dari kementerian perhubungan yang melayani pulau-pulau kecil berpenghuni dan produksi seperti, Pulau Moti, Pulau Mare, Pulau Tidore, Pulau Maitara, Pulau Ternate, Pulau Hiri, Pulau Batang Dua, Pulau Halmahera, Pulau Loloda, Pulau KahatolaSerta Dalam gugus pulau, yang menjamin distribusi barang dan jasa," tutupnya. 

Share:
Komentar

Berita Terkini