PKC PMII, Minta Gubernur Ganti Kadispora Malut

Editor: Admin author photo

 

Yuhlif Assegaf Ketua PKC PMII Maluku Utara (dok:ist

Ternate-Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Utara, meminta gubernur Abdul Gani Kasuba segera ganti Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Kadispora) Maluku Utara. Itu disampakain atas kekesalannya dengan melihat kinerja Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga beberapa bulan terakhir.

Yuhlif Assegaf Ketua PKC PMII Maluku Utara mengatakan Kadispora Malut, Ansar Daali, harus segera ganti karena sudah tidak menjalankan tugasnya sebagai pimpinan dengan baik. “Kadis Pora harus diganti karena sudah tidak bertanggung jawab atas instansi yg dia pimpin,” ungkap Yuhlif.

Dikatakan, sudah banyak persoalan yang terjadi dibawah nahkodanya. "Beberapa waktu lalu Kadispora didemo sejumlah siswa PPLP lantaran honor mereka tidak dibayar. Selain itu, ada laporan dari pegawainya bahwa banyak pelanggaran yang dilakukan kadis," papar Ulief Sapaan Akrab Yuhlif Assegaf. 

Lanjut Ulief mengatakan kelapa dinas juga tidak mampu mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran yang di gunakan. 

"Belum lagi LKPJ Dispora tentang anggaran kegiatan yang direfokusing sebesar Rp 1.636.840.000 yang realisasinya sebesar Rp 1.471.118.250 juga tidak jelas. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga harus bertanggung jawab atas hal tersebut," tegas Ulief. 

Tidak hanya itu Pria Asal Halsel itu membeberkan kegiatan penggunaan dana Refokusing yang gunakan kadis Pora Malut sangat jauh dari realisasinya. 

"Penggunaan dana refokusing antara lain kegiatan pemuda relawan covid-19 dengan realisasi anggaran sebesar Rp 791.991.250, bantuan sembako bagi wirausaha muda direalisasi sebesar Rp 227.782.000, rapid tes bagi atlet direalisasi sebesar Rp 124.745.000, padahal rapid test tidak dikenakan biaya," beberapa Ulief. 

"LKPJ juga Dispora melaporkan ada bantuan paket sembako bagi atlet, selanjutnya pembangunan/rehabilitasi sarana dan prasarana olahraga (4 lapangan bola voli) dengan anggaran sebesar Rp 641.964.000,00 juga belum jelas kepemilikan tanah untuk pembuatan empat lapangan bola voli itu," sambungnya. 

Ia mengatakan atas tindakan dibawah kepemimpinan Kadis Pora ini akan mencerminkan buruknya roda pemerintahan AGK-YA, dan ketidak keberpihakan pada pengembangan kemampuan Pemuda Di Maluku Utara. 

"Sebagai anak muda kami memberikan saran dan kritik kepada Gubernur Maluku Utara Untuk mencopot Ansar Daali Dari jabatan Kepala Dinas Pemuda, karena tidak lagi produktif dalam bekerja, sehingga cita-cita gubernur dalam membangun kompetensi Pemuda Malut dapat berjalan dengan baik," tutup Ulif. (Red-tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini