Surat Terbuka Om Pala Melanesia Untuk Om Menteri

Editor: Admin author photo
Dokument istimewa 

Kawasan Industri Rempah diantara Industri Tambang dan Kawasan Khusus Sofifi

DR. Muktar A. Adam, SE. M.Si

----Om Pala Melanesia----

Banyak tuduhan dan curiga kunjungan Menteri ke Malut, lebih bernuansa kunjungan Tambang, dibanding kunjungan Pembangunan Kawasan, bagi saya apapun tujuannya kita perlu syukuri, mereka mau datang mengunjungi Provinsi yang telah memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia di tengah bangsa mengalami resesi.

Apapun alasan kunjungan para Menteri, rakyat bersuka cita, penuh ekspektasi, dalam balutan ekonomi tumbuh 13.45% Q-1, namun miskin tambah 1.5 ribu orang miskin,  kelesuan ekonomi terasa, walau sebagian petani diuntungkan dengan membaiknya harga kopra, namun cengkeh dan pala masih tetap stagnan, ikan menjadi sumber kemiskinan di provinsi yang dikelilingi laut, kebutuhan pangan bergantung ke provinsi lain, angkatan kerja masih didominasi lulusan SMP, Kompetensi angkatan kerja rendah, kebutuhan industri tidak terpenuhi migrasi anggktan kerja tinggi, tenaga kerja lokal mengisi kebutuhan Buru Industri.

Maluku Utara negeri rempah yang hanya mampu memproduksi bahan baku, industri tumbuh malah tambang, tenaga kerja bergeser dari rempah ke tambang yan ciri dan pola kerja beda antar langit dan sumur, timpang melebar, kompetisi pasti kalah

Apa solusinya, ? Bangun industri rempah, agar tenaga kerja rempah hidup di industri rempah, Malut tak perlu kirim kopra, cengkeh, pala, ikan keluar daerah yang murah dan membeli produk jadi yang mahal, hidupkan kembali negeri rempah dengan industrinya. 

Pak Menteri, dikantong kebijakan mu kami berharap, secercah harapan atas nama pemulihan ekonomi, ajak kolaborasi para industri tambang saling patungan bangun industri rempah, dari CSR yang di investasikan menjadi produktif, agar mendukung tumbuh kota Sofifi yang sepi, dan layu dari lalu lalang aktivitas ekonomi yang terhenti. 

Pak Menteri, di kantong kebijakan mu kami berharap, warisan rempah tidak menjadi cerita rakyat, tapi menjadi pelaku pasar yang handal dari geliatnya Pasific membutuhkan rempah kehidupan. 

Pak menteri di kantong kebijakan mu kami berharap pulihkan dapur rakyat kami yang tak lagi berasap dari Covid-19 yang menahan gerak, dari hasil kebun yang sulit dijual untuk hidup yang layak.

Pak menteri di kantong kebijakan mu kami sungguh berharap, hadirkan satu Kawasan Industri Rempah agar kamu terus menjadi motor ekonomi rempah bagi bangsa dan negara, bagi serambi ekonomi rempah di Pacifik.

Hanya satu yang kami minta Kawasan Industri Rempah, dari 3 Kawasan Tambang yang dibangun negara sebagai kawasan startegi Nasional, Dikantong kebijakan mu kami menanti, keputusan yang pasti bagi negeri yang sama kita cinta. 

Morotai, dibibir Pacifik, Juni 01

Share:
Komentar

Berita Terkini