Tega Cabuli Gadis 15 Tahun, 7 Pemuda Diamankan Polsek Poigar

Editor: Admin author photo
Foto: Tujuh Tersangka Kasus Pencabulan Diamankan Polsek Poigar

BOLMONG- Berawal dari laporan kehilangan seorang gadis 15 tahun yang semalaman tak pulang rumah, anggota Polsek Poigar langsung melakukan pencairan terhadap gadis tersebut.

Dari laporan beberapa warga yang melihat bahwa gadis tersebut berada di Desa Nonapan 2, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Induk, anggota Polsek langsung menujuh ke desa tersebut.

Dan benar didapati gadis tersebut bersama tiga orang pemuda yang tak lain para tersangka sendiri. Hal ini dibenarkan Kapolsek Poigar Ipda Tezza A. Arbie, Sabtu (26/06).

"Pertama ayah korban datang melapor ke Polsek bahwa anaknya tidak pulang rumah semenjak tadi malam, maka kami melakukan pencarian terhadap korban. Dan dari laporan beberapa warga bahwa korban dilihat berada di salah satu desa yang masih berada diwilayah hukum kami. Kami langsung mengarah ke desa tersebut, Dan mendapati korban bersama tiga orang pemuda. Maka kami langsung membawah korban ke Polsek," jelas kapolsek.

Setelah di Polsek, terungkap bahwa korban telah dicabuli oleh tujuh pria, yang tiga diantaranya adalah pemuda yang didapati pertama bersama dengan korban.

"Jadi dari pengakuan korban, bahwa korban tak pulang rumah lantaran takut dimarahi orang tuanya, karna dirinya telah di cabuli secara bergantian oleh tujuh pemuda tersebut. Kami pun langsung melakukan penangkapan kepada para tersangka," tegas kapolsek.

Menurut kapolsek, korban terlebih dahulu dicekoki miras oleh para tersangka sebelum dicabuli.

"Jadi para tersangka yang kami amankan, punya peran masing-masing. Tersangka FL (17 thn) bertugas menjemput korban, kemudian tersangka SM (30 thn) bertugas membeli Miras dan tersangka AD (30 thn) sebagai penyedia tempat untuk digunakan aksi bejat mereka. Dan tersangka lainnya adalah FM (34 thn), FP (23 thn) dan MP (19 thn). Mereka semua warga Desa Nonapan 2 dan Desa Nonapan Baru. diduga kuat melakukan pencabulan terhadap korban," tutup Kapolsek.

Dari hasil Visum, terdapat bukti luka robek di kelamin korban. Atas perbuatan para tersangaka, enam tersangka dijerat dengan pasal 81 dan 82 tentang UU perlindungan anak dan perempuan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Satu tersangka dibawah umur ditangani oleh pihak Balai Pemasyarakatan Sulut. (Chank)
Share:
Komentar

Berita Terkini