Tekait pemukulan Wartawan, Abang Ko Sebut Said Marasaoly Mengarang Cerita

Editor: Admin author photo
Ilustrasi pemukulan

TIDORE - Dugaan pemukulan terhadap wartawan Berita Investigasi Nasional (BIN) pada Minggu, 13 Juni 2021 kemarin dibantah AGM atau Abang Ko.

Abang Ko kepada Nusantaratimur.com menuturkan, dugaan pemukalan yang dilaporkan Said Marasoly ke polisi itu dinilai terlalu berlebihan dan mengarang-ngarang. Karena insiden itu hanyalah candaan belaka sebagai seorang teman, bukan berniat menganiaya. 

"Jika saat itu saya memukulnya, maka sudah pasti saya yang akan dihajar oleh orang-orang sekitar, karena kejadian itu bertempat di kampung Said sendiri," ujarnya kepada Nusantartimur.com, Selasa, 15 Juni 2021.

Ia bilang, kronologis kejadian itu berawal dari tegur sapa antara keduanya di pelabuhan Rum Kota Tidore Kepulauan. Saat itu kata abang Ko, ia tengah menjemput istrinya di pelabuhan tersebut. 

"Saat keluar dari mobil saya bertemu Said, saya langsung menyapanya dengan memegang perutnya, itupun tidak ada maksud lain apalagi menganiaya, karena saya pikir kita sudah saling kenal," katanya.

Dari situ menurut abang Ko, dirinya dan Said kemudian saling berpelukan dan berjalan menuju depan mobil miliknya. Namun berselang 15 menit, ditengah kerumunan orang, Said lantas mengajak nya untuk adu fisik alias bakupukul. Meski begitu, Abang Ko memgaku, tidak merespon ajakan Said tersebut.

"Disitu saya langsung ke hadapan Said yang tengah berada diatas motornya. Saya lalu giring ke belakang mobil sambil mengusap-usap punggungnya. Setelah kejadian itu saya juga mengantar dia untuk menaiki motornya yang diparkir tepat di depan mobil saya. Bahkan sebelum berpisah kami berdua saling tos menggunakan tangan," kisahnya.

"Jadi, Kalau saat itu saya pukul tentunya dia sesak nafas dan jatuh tapi kenyataan kan tidak. Malah dia (Said) baik-baik saja. Jadi menurut saya Said terlalu lebay," sambung abang Ko.

Abang Ko juga menegaskan, dugaan kasus pemukulan tersebut tidak berkaitan dengan kasus Miras Anggota DPRD Tidore, Abdul Jalal Maradjabesi yang ramai diberitakan media.

"Saya heran masalah ini dikaitkan dengan kasus miras itu," sesalnya.

Selain itu, Abang Ko juga membantah tudingan Said Marasoly yang menyebut dirinya dalam keadan mabuk teler saat melakukan pemukulan. Ia mengaku saat itu dirinya tidak mengunsumsi minuman keras alias miras.

"Kalau saya mabuk sampai teler, bagaimana bisa saya dengan istri sampai di rumah. Bahkan saat itu saya sendiri yang mengendarai mobil dari rum ke rumah saya di Tomagoba," tandasnya.

Sementara itu Said Marasaoly saat dihubungi Nusantaratimur.com mengaku, apa yang disampaikan abang Ko tersebut tidaklah benar. Begitu juga pengakuannya di salah satu media online.

"Dan jika dia (abang Ko) basedu bikiapa saya pe puru dia lebam, (Dan jika dia bercanda kenapa perut saya lebam)," katanya saat di konfirmasi via WhatsApp, Selasa sore.

Sementara mabuknya abang Ko, kata Said, itu diketahui dari bau (mulut) saat berhadapan dengannya. Begitu juga dengan cara berjalan abang Ko yang tidak seperti orang normal. 

"Jadi tidak usah bertele-tele, siapupun yang hidup di NKRI ini punya hak dan keadilan yang sama ,saya tidak terima apa yang di lakukan abang ko kepada saya. Sebagai warga negara yang baik, saya ikuti hukum yang berlaku, buat apa saya balas orang mabuk cukup suara saja yang kencang dan semua akan di bahas di Polres Tidore," tandasnya.

Penulis : Aidar Salasa
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini