Terkait Banjir, Ini Saran Aktivis Lingkungan Untuk Pemkot Ternate

Editor: Admin author photo

 

Iskar Hukum Aktivis Lingkungan (dok :ist) 

TERNATE- Pemerhati lingkungan hidup di Kota Ternate menyikapi langkah Pemkot Ternate meninjau lokasi banjir di Kelurahan Akehuda pada minggu pekan lalu.

Selain itu pula Pemkot Ternate juga melakukan pengerukan sedimentasi, karena dianggap sebagai penyebab meluapnya air di waktu hujan. 

Menurut Iskar Hukum bahwa langkah Pemkot Ternate sudah benar melakukan pengerukan sedimentasi, namun dirinya juga memberikan saran kepada Pemkot Ternate harus melihat bahwa masalah banjir perlu ditangani dari beberapa sisi. Apalagi daerah yang berpotensi terdampak banjir bukan hanya kelurahan akehuda. 

“ Banjir dapat disebabkan oleh beberapa faktor, katakanlah faktor alami dan manusia. Makanya menyikapinya tidak boleh dengan satu cara penanganan saja,” tandas Iskar.

Dia menyebut Pemkot Ternate tidak terkesan menangani banjir pasca banjir, melainkan menangani banjir sebelum banjir. “ Itu langkah kesiapsiagaan bencana harus menjadi fokus, " ingatnya singkat. 

Lebih lanjut Iskar mengatakan Pemkot Ternate segera meninjau early warning sistem (ews) dan kondisi badan sungai Tugurara terutama kondisi fisik dari sabodam jangan sampai akan terjadi banjir lahar dingin dan banjir yang bervolume besar. 

"Kita punya peristiwa kelam di tahun beberpa tahun lalu dan di tahun 2011, betapa ganasnya banjir lahar dingin hingga membuat warga harus kehilangan tempat tinggal bahkan nyawa. Mengingat sungai ini melewati tiga (3) Kelurahan yaitu, Tubo, Akehuda hingga bermuara di pantai dufa-dufa yang memiliki kerentanan terhadap banjir yang relatif tinggi," jelas Alumnus Geografi itu. 

Kekhawatiran juga dirasakan masyarakat yang berada di bibir sungai Tugurara, jika sudah masuk di musim penghujan seperti sekarang ini. 

Hal yang sama juga dengan kondisi rambu-rambu dari jalur evakuasi. Dengan kondisi sungai yang ada di Kelurahan Maliaro, Loto dan drainase yang ada di Mangga Dua dan Karance.

"Pemkot melakukan pengerukan di dasar drainase di Kelurahan Akehuda dan beberapa Kelurahan yang langganan banjir, maka langkah-langkah lain juga harus dilakukan terlebih pada kesiapsiagaan bencana. Sejatinya mengatasi banjir tidak bisa dilakukan dengan cara tunggal," ajar aktivis lingkungan itu. (Tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini