Tiga Anggota Perpustakaan Desa Yayasan Morotai Ikut Bimtek

Editor: Admin author photo
Peserta bimtek Perwakilan Desa Yayasan, Kecamatan Morotai Tengah, Kabupaten Pulau Morotai (dok:ist) 

Morotai - Desa Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai tengah mengutus tiga anggota Perpustakaan Desa Yayasan ke Provinsi Maluku Utara di Kota Ternate untuk mengikuti Kegiatan Pelatihan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia selama lima hari.

Acara ini merupakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan Dan Teknologi Informasi Komunikasi Perpustakaan Tahun 2021 dengan tema "Literasi Untuk Kesejahteraan" yang bertempat di Hotel Sahid Kota Ternate, Maluku Utara.

M. Naser Ngongano, salah satu peserta asal Perpustakaan Desa Yayasan Kab.Pulau Morotai saat dikonfirmasi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta Perpustakaan dalam melakukan perubahan dan menjawab persoalan sosial yang terjadi paska Pandemi Covid-19.

"Dengan terus meningkatkan Pelayanan Perpustakaan, melakukan pelibatan masyarakat pada setiap pelaksanaan program perpustakaan dan melakukan advokasi terkait kendala atau masalah yg dihadapi masyarakat dan mencari dukungan pihak terkait dalam melaksanakan program perpustakaan. Jadi, perpustakaan saat ini tidak sekedar melakukan pelayanan baca buku saja, pungkasnya. 

Sementara itu, Suratman Dano Mas'ud yang merupakan peserta asal Perpustakaan Desa Yayasan Kabupaten Pulau Morotai juga menambahkan bahwa jika dicermati dari arahan saat pembukaan hingga pada sesi pembekalan berlangsung, ternyata kegiatan Perpustakaan yang berbasis inklusi sosial dengan tema 'Literasi Untuk Kesejahteraan'. 

"Ini juga sejalan dengan rencana kebijakan Bupati Pulau Morotai untuk menjadikan Morotai Menuju Smart Island atau Smart City yang sudah dilakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan Implementasi Gerakan Menuju Kota Cerdas pada 20 Mei 2021 kemarin," sebut Suratman. 

Penggiat literasi di Morotai ini mengatakan sudah jelas bahwa, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak hanya persoalan infastruktur sebagai faktor, namun hal yang mendasar juga adalah justeru perbaikan manusianya melalui Indikator Kesehatan dan Pendidikan. 

"Untuk komponen Pendidikan atau pengetahuan masyarakat sendiri diukur dengan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah dan Perpustakaan memiliki tujuan serta program tersebut yang mengarah pada hal tersebut dan sejalan dengan kebijakan yang sudah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai," jelas Suratman. 

Ia berharap dengan giat ini mereka akan lebih survive dalam pengembangan literasi lagi di Kabupaten Pulau Morotai. 

"Diharapkan ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah kepada Perpustakaan Kabupaten maupun Perpustakaan yang ada di setiap Desa atau komunitas-komunitas Literasi lainnya," tutupnya. 

Editor : Tim

Penulis : Tim

Share:
Komentar

Berita Terkini