Babinsa dan Pemdes Bibinoi Mediasi Sengketa Lahan

Editor: Admin author photo
Sengketa lahan diperebutkan warga Desa Bibonoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan. (Dok: Adi)

HALSEL- Sengketa batas lahan yang diperebutkan warga Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Kamis (8/7/2021). 

Akhirnya di mediasi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Bibinoi Koramil 1509-01/Bacan, Praka Ferry Karamoy dibantu perangkat Desa Bibinoi.

Pasalnya, pihak-pihak yang saling klaim sebagai pemilik lahan atau tanah, tak memiliki bukti berupa surat atau bukti lainnya atas lahan tersebut. 

Babinsa Praka Ferry Karamoy bersama Sekretaris Desa (Sekdes) Bibinoi, Syahrul M. Nasir dan warga setempat,  ikut menyaksikan penetapan batas lahan kebun yang  berlokasi Beleulamo kilo 7 desa bibinoi, untuk menentukan batas tanah yang diperebutkan para pihak.

Selain tidak mampu menunjukkan legalitas kepemilikan lahan, Pemdes Bibinoi, Wakil Ketua Adat bersama Babinsa, mengambil jalan tengah dan bersepakat tanah atau lahan tersebut diambil oleh desa yang disaksikan para saksi sesuai aturan desa.

Letak lahan tersebut secara geografis merupakan hutan lindung bukan hutan rakyat, sehingga keputusan akhir ditetapkan semua masyarakat desa bisa mengambil kayu tanpa merusak hutan.

Babinsa Desa Bibinoi, Praka Ferry Karamoy, mengatakan sebagai aparat teritorial, babinsa mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pembinaan teritorial di desa binaannya serta berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

Untuk itu, kata Ferry, mediasi ini dilakukan guna mencegah timbulnya perselisihan antar warga yang dapat meluas, dan mengatasi permasalahan dengan musyawarah sehingga dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa keributan, 

“ Dengan mediasi ini, permasalahan sengketa tanah antara bapak Samadi dengan bapak Muhammad Taslim dan Bapak Arifin dapat diselesaikan secara damai. Dan masing-masing pihak dapat menerima keputusan secara lapang dada sehingga masalah batas tanah ini tidak sampai ke ranah hukum atau meja hijau,” pungkasnya.

Sekdes Bibinoi, Syahrul M. Nasir, mengatakan  keberadaan babinsa di desanya sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat, sehingga persoalan yang dapat diredam dan tidak menimbulkan konflik massa.

“ Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua belah pihak yang bermasalah, atas kerja samanya permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik dan damai,” ucapnya. (Adi/red).

Share:
Komentar

Berita Terkini