Kades Amasing Kota Barat Apresiasi Sidak Bupati Halsel

Editor: Admin author photo

 

Nasrul Salim, Kades Amasing Kota Barat, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan. (foto: Ist)

HALSEL- Kepala Desa Amasing Kota Barat, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Nasrul Salim, mengapresiasi  langkah Bupati Halsel Usman Sidik melakukan inspeksi mendadak (Sidak) beberapa waktu lalu.

“ Kalau pak bupati turun di sini, mungkin ada laporan-laporan masyarakat, selaku kades harus terima dan wajar, mungkin ada kesalahan dan kekhilafan, saya tetap mengakui,” ” ungkap Nasrul Salim kepada media ini, Jumat (2/7/2021). 

Meski begitu, Kades Nasrul Salim juga tidak mengakui adanya laporan masyarakat bahwa dirinya membuat jalan ke lokasi kebunnya. Hal itu membuat dirinya mendapat teguran dari Bupati Halsel.

“ Sebetulnya itu, bukan cuma lokasi saya, tetapi pembuatan jalan ini, demi kemaslahatan orang banyak,” tukasnya.

Sambut Nasrul, lagi pula pembuatan jalan, apakah dianggarkan atau ada pembebasan lahan, kan tidak ada. “ Jalan ini ada lokasi Musallah yang saya hibahkan seluas 35×55 M,” tuturnya.

Meskipun demikian, Kades Nasrul Salim, pun menyesalkan laporan masyarakat, karena jalan yang dibuat itu dijastis untuk kepentingan dirinya, padahal ini demi kepentingan orang banyak.

Dalam inspeksi mendadak itu, Bupati Halsel juga mempertanyakan mengenai pemotongan gaji perangkat desa. 

Tetapi hal itu sudah diselesaikan. “ Masalah potong gaji, saya sudah  selesaikan,” kata  Nasrul.

Selain itu, pihaknya juga diisukan terjadi memotong, tetapi fakta tidak pernah memangkas gaji tersebut. 

Tak cukup sampai di situ, dirinya juga di isukan tidak pernah menaikkan gaji Rukun Tetangga (RT). 

“ Yang tadinya Rp. 800.000 di kembalikan sesuai SK ditahun 2017  Rp.250.000, terus  di tahun 2018 di tambah Rp.50.000, sehingga menjadi Rp.300.000 hingga sekarang tidak ada penambahan gaji dan tidak ada pemotongan gaji,” jelasnya.

Setelah di audit inspektorat, kata Nasrul,  dirinya siap mengembalikan, dan sudah menandatangani  Surat Keterangan Pertanggungjawaban Mutlak (SKPJM).

Untuk temuan jalan, padahal sudah di audit tahun 2017 dan 2018. “ Awalnya itu temuan kekurangan volume 80 meter, tapi saya sudah dikerjakan, namun masyarakat tidak merasa puas, kemudian  dijadikan masalah. Nah, setelah di audit ulang pada tahun 2020 kemarin, ada temuan,” tutupnya. (Adi/red) 

Share:
Komentar

Berita Terkini