Pertahana Gugur di Screening, Masyarakat Waleh Halteng Ancam Tolak Pilkades

Editor: Admin author photo

Aksi demostrasi warga masyarakat desa waleh, menolak hasil Screening panitia Pilkades Kabupaten (dok.Takdir/NT)

WEDA - Ratusan warga masyarakat desa Waleh, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, menggelar aksi demonstrasi penolakan hasil Screening bakal calon Kepala Desa di desa setempat, Kamis, 1 Juli 2021.

Aksi yang berlangsung di depan Sekertariat Panitia Pilkades Waleh itu, dipicuh mosi tidak percaya terhadap Bupati Halmahera Tengah, Edi Langkara, yang diduga mempolitisir Pilkades tersebut. Dengan "menyingkirkan" salah satu bakal calon atas nama Saudara Saiful Noho pada tahapan Screening. Dalam aksi inijuga, masa mengancam bakal menolak Pilkades Serentak.

Rifki Alaudin, salah satu orator dalam orasinya menyatakan, keputusan tim Screening dalam mengugurkan Saiful Noho itu telah menabrak aturan. 

"Sandaran hukumnya sangat jelas, bahwa dalam amanat Perda tentang pilkades serentak itu screning hanya syarat tambahan bukan syarat utama Cakades. Itu sesuai Perda Kabupaten Halmahera Tengah No 3 Tahun 2019 tentang Pilkades serentak dan antar taktu. Dimana pada pasal 26 ayat 1 sampai 3 Jo pasal 27 ayat 1samapi 6, bagian keempat, tentang penetapan dan pengumuman cakades," jelasnya.

Untuk itu menurut dia, Panitia Penyelenggara tidak punya kewenangan menggugurkan Cakades, itu karena dalam ketentuan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian terhadap calon kepala desa, panitia pemilihan kepala Desa menetapkan nama-nama calon kepala desa yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan sekurang-kurangnya 2 orang calon dan sebanyak-banyaknya 5 orang yang dituangkan dalam berita acara penetapan calon.

"Jadi tidak ada alasan dan panitia mengguguurkan saudara Saiful Noho sebagai calon kades," teriaknya.

Dalam aksi ini, masa juga menghadirkan tiga orang Panitia Pilkades Waleh. Ambrun abu Hasim, salah satu anggota panitia dihadapan masa aksi mengaku, hingga detik ini pihaknya tidak tahu perihal kesiapan Penyelenggaraan Pilkades tersebut.

Sementara sekretaris Panitia Ade Hadi menyatakan, bahwa pantia belum diberitahukan hasil dari Screening oleh panitia kabupaten. "(baik Itu) dari Jadwal pengumuman sampai sekarang," katanya.

Sedangkan Ketua Panitia Jaidun Rasyid,  tidak berada di tempat. Informasi yang dihimpun ia sedang mengikuti rapat bersama camat Weda Utara di sagea.

Usai mendengarkan paparan dari ketiga panitia tersebut, Rifki Alaudin atau perwakilan masyarakat ini menyebut, bahwa ketetapan menggugurkan Saiful Noho oleh panitia Pilkades tingkat Kabupaten adalah ilegal dan misterius.

"Atau jangan-jangan ini bukanlah ketetapan tapi titipan. Dan aksi ini juga perdana, kami akan kawal sampai Pilkades di Waleh ditunda," pungkasnya.

Berikut empat poin tuntutan dan pernyataan sikap masa aksi.

  • Meminta Panitia Pilkades Waleh agar menyurat ke Panitia Pilkades Kabupaten Halmahera Tengah untuk menunda Penyelenggaraan Pilkades serentak di Desa Waleh tersebut.
  • Masyarakat akan memboikot segala bentuk program Pemerintah Daerah karena diduga telah berlebihan mencampuri urusan Pilkades, sehingga terkesan ada Potilik Balas Dendam.
  • Masyarakat Waleh membutuhkan Keadilan, itu lantaran satu diantara lima Bakal Calon Kepala Desa Waleh atas Nama  Saiful Noho (Incumben) tidak lolos dalam Uji Kompetensi Cakades. Masyarakat menduga ada Permainan oknum yang sengaja  menggugurkan Incumben.
  • Hentikan Politik Balas Dendam, karena Fagogoru tidak mengajarkan hal demikian. 

Penulis : Takdir Talib
Editor    : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini