Viral Nama Casis Polri Diganti Orang Lain, Ini Tanggapan Karo SDM Polda Sulut

Editor: Admin author photo
Foto: Karo SDM Polda Sulut Kombes Pol Octo Budhi Prasetyo
Sumber foto: Detik Manado.com
SULUT- Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan sebuah video satu keluarga yang berada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Tepatnya Desa Pinapalangkow, Kecamatan Suluun Tareran. Keluarga meminta keadilan anak mereka Rafael Malalangi yang sempat diumumkan lulus sebagai Calon Siswa (casis) Bintara tiba-tiba hilang dan digantikan namanya oleh orang lain, Kamis (29/07).

Video ini pun banyak di unggah oleh para netizen di media sosial. Diketahui dalam video ini, keluarga meminta keadilan yang ditujukan keluarga kepada Presiden RI Joko Widodo serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk kiranya melihat nasib anak mereka.

“Kami ingin menyampaikan permohonan terkait anak kami yang mengikuti tes Bintara Polri pada 22 Juli 2021. Pada saat pengumuman dan disiarkan live streaming disaksikan oleh seluruh masyarakat Desa Pinanalangkow. Ini menjadi kebangaan bagi kami keluarga, namun hari ini, 29 Juli, kami menerima surat bahwa anak kami dinyatakan tidak lulus dan sudah digantikan oleh orang lain. Apakah ini adil pak? Kami orang susah. Orang tak punya pak. Kami mohon keadilan. Mohon bantuan dari bapak presiden dan bapak kapolri. Kiranya anak kami bisa mengikuti pendidikan,” sebut pria yang berada dalam video tersebut, diketahui merupakan Ayah Rafael Malalangi.

Menanggapi video viral ini, Karo SDM Polda Sulut Kombes Pol Octo Budhi Prasetyo angkat bicara, dikutip dari iNews.id Karo SDM mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi karena ada kesalahan dalam input data oleh operator. Pada saat diumumkan yang bersangkutan lulus rangking 22 dari total 22 kuota yang tersedia atau peringkat terakhir.

"Kami akui, bahwa kesalahan ada pada penginputan data. Setelah sidang kelulusan diumumkan, datanglah satu orang casis mengomplain nilainya tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh, khususnya jasmani renang. Komplain itu kami akomodir terus dicek ke papan live chat, kan ada tanda tangannya. ternyata memang antara nilai di live chat dan di sini berbeda. Memang itu kesalahan operator saat menginput data, operator dari tim jasmani," ujar Karo.

Foto: Keluarga yang Memohon keadailan Kepada Presiden Jokowidodo dan Kapolri

Polda pun memanggil casis tersebut bersama orang tuanya ke Polda Sulut untuk membuktikan adanya kesalahan dalam mengimputan data nilai. Mulai dari casis yang awalnya lulus dengan yang komplain tersebut.

"Kami pun melakukan pengecekan bersama. Disaksikan kedua casis serta orang tua mereka masing-masing. Nilai mereka masing-masing pun ditanya. Ternyata mereka dua-duanya menjawab betul semua. Setelah itu kami nilai ulang rangking-nya, ternyata yang komplain ini masuk dalam gelombang kululusan. Otomatis yang rangking terakhir tidak masuk, sesuai kuotanya. Dan sekali lagi ini kesalahan dari operator tim jasmani memasukkan data input itu. Tidak ada manipulasi dalam penerimaan Polri. Semua dilakukan secara transparan," tambah Karo SDM.

Meski demikian, atas nama Polda Sulut serta panitia Casis, dirinya meminta maaf kepada para keluarga serta masyarakat luas.

"Sudah menjadi ketetapan, bahwa manusia tak luput dari salah dan khilaf. Maka kami untuk masalah ini meminta maaf kepada pihak keluarga casis dan masyarakat luas. Atas ketidak nyamanan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam penginputan data nilai," tutupnya. (Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini