Belum Difungsikan Infrastruktur PLN di Obi Selatan sudah Rusak, Pimpinan UP2K Malut Bungkam

Editor: Admin author photo

Kabel jalan yang baru terpasang sudah putus (dok. LPP-Tipikor)

TERNATE - Pekerjaan pembangunan infrastruktur PLN di Kecamatan Wayaloar Obi Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya proyek yang belum selesai dikerjakan oleh rekanan PT. Cipta Aksara Perkasa itu sudah rusak parah, padahal baru di bangun sekitar dua tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan Sadam Yusuf, Devisi II Tindak Pidana Korupsi Lembaga Pengawasan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau LPP-Tipikor Maluku Utara.

“Kerusakan itu seperti putusnya kabel induk yang telah terpasang di sepanjang jalan,” ujar Sadam kepada media ini, di Ternate, Senin, (23/8/21).

Tak hanya itu, menurut dia, dari hasil penelusuran LPP-Tipikor menemukan banya kejanggalan dari proyek tersebut. Seperti tidak adanya papan informasi proyek.

“Ada apa sehingga papan informasi dari proyek ini tidak terpajang, padahal ini harus di ketahui publik, mulai dari berapa jumlah anggaran dan lain sebagainya, “ katanya.

Anehnya lanjut Sadam, tiang PLN sebelum di pasang atau di tanam, bagian dasarnya di potong terlebih dahulu yang kurang lebih sekitar satu meter.

Potongan yiamg listrik (dok. LPP-Tipikor)
“Belum lagi terdapat sejumlah kabel tersangkut di pohon kelapa yang membuat warga tak bisa memanjat pohon kelapa saat panen,” tuturnya.

Sadam menyatakan, dari koordinasi dengan PUPR Malut, puluhan tiang listrik yang sudah terpasang di sejumlah titik itu terancam di cabut lantaran menghalangi pembangunan ruas jalan lingkar Pulau Obi, Halmahera Selatan.

"Ternyata saat penanaman tiang listrik, pihak PLN dan rekanan tidak berkoordinasi dengan PU. Karena itu dari segi perencanaan nya proyek ini fatal," sebut Sadam.

Atas kondisi itu, Pemuda asal Kepulauan Obi ini menegaskan dalam waktu dekat LPP-Tipikor akan menggelar aksi demonstrasi sekaligus melaporkan masalah ini ke Kejati dan Polda Maluku Utara.

"Kami juga akan menduduki kantor PT. PLN (Persero) UP2K, Provinsi Maluku Utara untuk memastikan proyek tersebut," tandasnya.

Sementara itu Pimpinan PT. PLN (Persero) UP2K, Provinsi Maluku Utara, Hery Soetriono,  saat di konfirmasi di kantornya, Senin, (23/8/21) menolak untuk di wawancarai.

"Nanti saja ya," ucapnya sembari meninggalkan wartawan. (tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini