Demi Ketersediaan Pangan, Petani Minsel Berharap ada Perhatian Pemerintah

Editor: Admin author photo
Suasana penjemuran hasil produksi jagung di Desa Teep Kabupaten Minsel, Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)

MINSEL - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baru saja merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76 tahun. Serentak perayaan kemerdekaan ini dirayakan dengan sangat sederhana. Hal ini lantaran bangsa ini masih termasuk negara yang jumlah warganya terpapar virus Covid-19 dengan angka yang terbilang tinggi.


Perayaan kemerdekaan RI dirayakan di berbagai daerah tersebar secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan. Tak terkecuali daerah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), perayaan kemerdekaan 17 Agustus kemarin dilaksanakan di depan Kantor Pemkab Minsel.

Minsel adalah daerah penghubung antar Sulawesi. Dengan penduduknya berjumlah 236.463 jiwa, serta kepadatan 162 jiwa. yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Sayangnya, di tengah perayaan kemerdekaan RI ke 76, para petani di Minsel mengeluhkan nasib mereka kepada pemerintah kabupaten. seolah nasib mereka tak pernah diperhatikan oleh pemerintah daerah.

"Di tengah pandemi covid-19 ini, Pemerintah selalu meminta kami para petani untuk tetap bertani demi ketersediaan pangan. Namun sayangnya tak ada perhatian pemerintah. Tak ada bantuan pemerintah baik itu bibit, pupuk bahkan tambahan dana modal untuk bertani," kata Margaretha Durand seorang petani yang sudah lanjut usia.

Margaretha yang diketahui adalah seorang perempuan lansia yang beralamatkan di Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat ini mau tak mau harus banting tulang bertani demi bertahan hidup.

"Saya mempunyai lima orang anak dan satunya berada di Jakarta. yang biasanya anak saya yang di Jakarta selalu mengirim uang kepada saya. namun karna pandemi ini, saya yang harus mengirimkan uang ke anak saya. Kabarnya dia disana positif terpapar virus corona. dia harus bertahan hidup disana sendiri tanpa keluarga, hanya saya harapannya sebagai seorang ibu," curhat margaretha sambil menangis.

Diharapkan pemerintah melihat langsung keadaan petani sebab selain membantu pemerintah menyediakan ketersediaan pangan, juga mereka (petani) ada keluarga dan anak yang di sekolahkan. (Tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini