Dinas ESDM Malut Luncurkan Website SIMANTAB

Editor: Admin author photo

Kegiatan Launching SIMANTAB yang diselenggarakan di Taman Benteng Orange Ternate, Kamis (29/8/2021)
TERNATE- Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku Utara (Malut) resmi meluncurkan website SIMANTAB (Sistem Informasi Manajemen Monitoring Pertambangan) yang merupakan proyek perubahan Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara, Hasyim, S.STP, M. Si. 

Sementara kegiatan Launching SIMANTAB dibuka oleh Sekretaris Daerah  Provinsi Maluku Utara  Samsuddin A Kadir, yang dihadiri Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara Hasyim, S.STP, M. SI, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Malut Rahwan K Kasuamba beserta Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Dir Intelkam Polda Malut beserta sponsorship dalam kegiatan yang dilaksanakan di Taman Benteng Orange Ternate, Minggu (28/8/2021) pagi tadi.

Dalam sambutannya, Sekda Samsuddin A Kadir menyampaikan bahwa SIMANTAB merupakan strategis Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara dalam perkembangan teknologi serta kebijakan Kementerian ESDM yang telah mengembangkan Sistem Minerba Online Monitoring System (MOMS) pertambangan yang ada di Indonesia.  Strategi pembangunan dan desain SIMANTAB juga mempertimbangkan pengguna baik pengguna dilingkup Pemprov Maluku Utara maupun pada stakeholder pertambangan di Provinsi Maluku Utara.

" Pengembangan aplikasi ini dilaksanakan dalam rangka membuat sistem monitoring terpadu kondisi pertambangan mineral di Provinsi Maluku Utara,” ucapnya.

Strategi ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian dari daerah baik PAD maupun aspek lingkungan yang diaplikasikan dalam bentuk website agar dapat memudahkan semua kalangan untuk mengetahui informasi investasi pertambangan di Provinsi Maluku Utara, kata Sekda.

Kadis ESDM Provinsi Maluku Utara, Hasyim, S.STP, M. SI beserta Keluarga ikut memeriahkan Launching Website SIMANTAB

Sementara Kadis ESDM Provinsi Malut, Hasyim memaparkan bahwa Maluku Utara merupakan provinsi bagian Timur Indonesia yang resmi terbentuk pada tanggal 4 Oktober 1999. 

Dengan luas wilayah sebesar 31.982,50 km2 dan membawahi 10 Kabupaten Kota, Maluku Utara memiliki berbagai potensi, salah satunya potensi di sektor Pertambangan.

“ Ada Empat produk utama hasil pertambangan di Maluku Utara pada tahun 2020, yaitu; Biji Nikel dengan total produksi sebanyak 89.169.889 Wet Metric Ton, kemudian Biji Besi dengan total produksi 2.269.115 Wet Metric Ton dan Fero Nikel dengan produksi 208.398 Ton, serta Emas dengan Total Produksi sebanyak 145.937 Ton,” jelasnya.

Dengan adanya potensi tersebut dan peluang investasi di sektor pertambangan, Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara telah mengeluarkan 108 Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam. 

Namun, kendala saat ini belum terdapat sistem pengawasan yang efektif dan efisien, sehingga berpeluang menyebabkan defisit PAD di sektor pertambangan, dikarenakan sistem yang belum terintegrasi. 

“ Untuk itulah, SIMANTAB hadir sebagai inovasi pembaruan di era Revolusi 4.0.” Kata Hasyim.

Selaku Reformer, kata Hasyim, kehadiran SIMANTAB diharapkan dapat memberikan kemudahan pengawasan, keterbukaan informasi bagi peningkatan investasi dan PAD demi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.

“ Kita tahu bersama masyarakat sulit mengakses informasi potensi pertambangan di Maluku Utara. Dengan adanya aplikasi SIMANTAB dapat mempermudah investor pertambangan serta masyarakat dalam mengupdate informasi pertambangan di daerah ini,” kata Hasyim. (Tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini