Dipilih Secara Aklamasi, Rahmi Husen Nahkodai KTNA Maluku Utara

Editor: Admin author photo
Pose bersama usai musyawarah (dok. Istimewa)

TIDORE- Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan atau KTNA Provinsi Maluku Utara mengelar rembug paripurna atau pemilihan ketua baru periode 2021-2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pertanian Maluku Utara di Sofifi, Tidore, Kepulauan, Kamis (26/8/2021).

Dalam musyawarah ini, M. Rahmi Husen di angkat secara aklamasi sebagai ketua KTNA Provinsi Maluku Utara, Periode 2021-2026 dan di sahkan melalui Majelis Pemilihan yang di ketuai, M. Tahsim Hajatuddin, dampingi Sekretarisnya Hasan serta Yusuf Abdullah dan Nyong A. Titahaeluw sebagai anggota.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Nurjana Ali dalam sambutannya menyampaikan, diera pembangunan yang semakin kompleks dan kompetitif ini petani dan nelayan dihadapkan pada tantangan yang semakin besar, baik pada aspek penanganan maupun pemasarannya.

Untuk itu KTNA mempunyai peran penting dalam hal penyampaian informasi, baik informasi pasar, kebutuhan pasar, harga pasar serta produk yang di butuhkan pasar.

"Untuk itu KTNA diharapkan bisa menjadi sarana konsolidasi bagi para petani, nelayan agar dapat mempromosikan hasil hasil pertanian maupun perikanan di wilayahnya masing-masing," ucap Nurjana saat membuka acara.

Lanjut dia,  saat ini di tengah wabah pandemic Covid-19 sektor pertanian merupakan salah satu sektor penunjang ekonomi nasional, maupun di provinsi Maluku Utara khususnya dalam mencukupi kebutuhan konsumsi pangan kita sendiri, karena selama ini masih bergantung pada daerah lain. Hal ini menurut dia, disebabkan karena petani masih menggantungkan hidupnya pada sector perkebunan Kelapa, Pala, cengkeh dan Kakao, Namun semua itu tidak bisa memungkiri bahwa sebagian besar petani kita juga telah mampu menghasilkan produk pangan walaupun masih terbatas.

"Dengan hadirnya KTNA ini di harapkan untuk mampu menjadi Garda terdepan untuk bersama-sama mendorong para petani dan Nelayan untuk lebih professional dalam mengembangkan usahanya, sehingga ketergantungan kita terhadap produk  daerah lain secara perlahan-lahan dapat di kurangi," katanya.

Kepala DPM PTSP Bambang Hermawan menambahkan, terkait dengan usaha pertania serta Perikanan terpadu yang ia lakukan di Halmahera selatan dengan system kerjasama dengan kelompok pekerja dengan system bagi hasil memperoleh keuntungan yang cukup lumayan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Maluku Utara M Rahmi Husen dalam pemaparannya juga menyoroti terkait Tata Niaga Hasil Produksi Pertanian maupun perikanan yang cukup besar potensinya namun belum  mampu memberikan nilai tambah dan kesejahteraan.

Menurut Rahmi, saat ini harus disadari bersama bahwa peningkatan produksi belum mampu meningkatkan pendapatan baik petani maupun nelayan. Lanjut dia, hal karena disebabkan rendahnya harga produksi dan tingginya biaya produksi karena berbagai factor.

"Untuk itu melalui forum rembug KTNA ini kami berharap bisa memberikan masukan saran dalam rangka merumuskan kebijakan untuk penyempurnaan program-program yang nantinya buat untuk KTNA Malut kedepan" katanya.

Ketua KTNA provinsi Maluku Utara periode 2016-2021 Rais Sahan Marsaoly dalam laporannya menyebutkan, bahwa selama periode kepemimpinan nya memang di akui KTNA belum mendapat porsi anggaran yang memadai sehingga banyak program-program yang tidak berjalan. disamping itu perlu adanya peningkatan kualitas sumberdaya Manusia khususnya Petani.

"Perlu adanya sinkronisasi dan koordinasi secara kontinyu antara KTNA dengan kabupaten/kota sehingga segala perencanaan bisa terealisasi," ujarnya. *(PN/aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini