Dugaan Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Makam Pahlawan Sula Hilang Tanpa "Jejak"

Editor: Admin author photo

Plh kasi Intel Kejari Sanana Bagas Andy Setiyawan (dok.Suhardi)

SANANA – Kasus Dugaan Korupsi pembebasan lahan Kuburan Makam Pahlawan, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara tahun 2013 seperti ditelan bumi alias hilang tanpa jejak. Padahal kasus dengan dugaan kerugian sebesar Rp. 3 Milyar itu sudah dilaporkan ke Kejari Sanana beberapa tahun lalu.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kasi Intel Kajaksaan Negeri (Kejari) Sanana, Bagas Andy Setiyawan saat dikonfirmasi menyatakan, tidak mengetahui perihal laporan dari kasus dugaan korupsi Pembebasan Lahan Kuburan Makam Pahlawan tersebut.

"Terkait dengan pembebasan taman makam pahlawan di Sula, saya sudah konfirmasi ke seksi pidana khusus. Berdasarkan register sejak tahun 2020 sampai dengan di update nya laporan penanganan perkara terakhir, itu tidak ada catatan," ujar Bagas saat ditemui Nusantaratimur.com di kantornya, Senin (30/08/2021).

Meski begitu, Bagas berjanji akan mengecek kembali data register laporan di tahun-tahun sebelumnya. Itu karena ia dan pegawai lainya merupakan orang baru di Kejari Sanana.

"Kita disini orang baru semua, namun kami masih coba cek satu persatu di dalam catatan register perkara kami," katanya.

Ia menjelaskan, perkara dari kasus tersebut bakal di cari dalam arsip. Dan bila ditemukan atau informasi terkait hal tersebut akan sampaikan (ke publik).

"Sebab dalam catatan kami tidak ada masalah itu," pungkasnya.

Perlu diketahui, pembebasan Lahan Kuburan Makam Pahlawan, Kabupaten Kepulauan Sula ini di masa kepemimpinan Bupati Sula, Ahmad Hidayat Mus (AHM) (di/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini