Guru 'Pamalas' Masih Ditemukan di Daratan Oba Tidore

Editor: Admin author photo

Kunjungan kerja Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen didampingi Sekda Ismail Dokumalamo bersama DPRD Kota Tidore Kepulauan di daratan Oba. (Foto/Aidar)
TIDORE - Sejumlah guru PNS dan honorer di wilayah daratan Oba, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara, masih ditemukan malas mengajar alias tak masuk sekolah.

Guru malas ini ditemukan langsung oleh Pemerinta Kota Tidore dan DPRD setempat saat menggelar Kunjungan Kerja atau Kuker ke sejumlah sekolah di daratan Oba.

"Sekolah harus mengambil sanksi tegas kepada guru-guru honorer yang sering tidak hadir dalam proses belajar mengajar dengan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku" tegas Wakil Wali Kota Tikep, Muhammad Sinen, Rabu, (25/8/2021).

Ia menyataka, perilaku guru malas tersebut tidak patut dicontohkan oleh tenaga pendidik lainnya. Pasalnya itu akan mengganggu dan menghambat proses belajar mengajar.

“Perilaku seperti ini sudah merugikan proses pencerdasan anak-anak bangsa. Itu karena anak-anak di daratan Oba juga berhak untuk memperoleh pengetahuan di dalam sekolah, Bila gurunya tidak ada bagaimana anak-anak menjadi tahu dan mengerti pelajaran," kesal ayah Erik sapaan akrab Muhammad Sinen.

Selain guru malas, dalam kuker tersebut juga ditemukan banyak keluhan dari pihak sekolah atas bangunan sekolah yang harus diperbaiki atau renovasi.

“Selain itu ditemui masih banyak sekali sekolah yang kekurangan guru-guru yang ahli di bidangnya seperti guru bimbingan konseling (BK), guru Olahraga, dan guru kesenian dan budaya,” tandasnya.

Tak hanya sekolah yang di kunjungi, rombongan kuker Pemerintah Tikep dan DPRD itu juga menyambangi kantor-kantor Camat. Dalam kunjungan ini pun di temukan masih banyak pegawai kecamatan yang malas berkantor. 

“Maka saya arahkan kepada Camat untuk menindak lanjuti pengawai yang tidak hadir itu,”tegasnya.

Sekretaris Daerah Kota Tidore, Ismail Dukomalamo, menghimbau agar kepada-kepala sekolah menyurat ke Dinas Pendidikan dan BKPSDM terkait kekurangan guru. Sehingga kata dia, hal tersebut dapat dibuatkan Formasi kebutuhan guru pada pembukaan lowongan CPNS.

"Para kepala sekolah segara menyurat ke Dinas Pendidikan dan BKPSDM agar bisa mengisi kekurangan guru-guru yang tidak ada sehingga pemberian pendidikan kepada anak didik. Agar pencapaiannya lebih efektif karena sesuai dengan ahlinya," ucapnya. (aidar/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini