Nama Kadis PU Malut Pertama Alwi Salim Alhadar Diabadikan

Editor: Admin author photo

 

Kadis PUPR Provinsi Maluku Utara, Djafar Ismail, ketika meresmikan Gedung Auditorium Alwi Salim Alhadar, BE, ST, Selasa (17/8).

SOFIFI-  Salah satu gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara diberi nama auditorium Alwi Salim Alhadar, BE, ST. 

Alwi dikenal sosok humoris, fleksibel dan selalu menyapa para bawahan. Hal itu masih tersimpan di memori Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Djafar Ismail. 

Alwi Salim Alhadar merupakan orang pertama yang menduduki jabatan Kepala Dinas PU Provinsi Maluku Utara, pada saat  Kabupaten Maluku Utara dimekarkan menjadi Provinsi Tahun 1999.

Alwi semasa hidup begitu melegenda dari masa ke masa. Sejak bertugas dari Ambon Provinsi Maluku hingga pindah ke Provinsi Malut, pasca pemekaran. 

Kini  namanya Alwi Salim Alhadar diabadikan  di salah satu gedung Dinas PUPR Malut yang diberi nama  auditorium Alwi Salim Alhadar BE. ST.

Selain itu juga almarhum semasa hidupnya juga memiliki kepedulian terhadap bawahan dan tidak pilih kasih. Di mana seluruh staf di berikan bertanggungjawab sesuai dengan beban kerja dan kemampuan masing-masing.

Hal ini bentuk penghargaan ke almarhum, karena perjalanan beliau dari masa ke masa dimulai dari Ambon sampai menjabat Kadis PU Provinsi Maluku Utara paling pertama. Sehingga itu diabadikan nama Almarhum di gedung auditorium ini,” ungkap Djafar Ismail kepada sejumlah media usai meresmikan gedung auditorium Alwi Salim Alhadar BE. ST, Selasa (17/8) kemarin.  

Djafar didampingi sejumlah stafnya menceritakan, sosok perjalanan almarhum saat bertugas bersama dirinya di Ambon Maluku. 

“ Beliau mengawali jabatan di Sub Dinas PU bagian peralatan atau pemegang alat-alat berat. Setelah itu almarhum pindah tugas di cabang Dinas PU Provinsi Maluku, Kabupaten Maluku Utara,” 

Sebelum pemekaran berkisar tahun 1999.  Selama bertugas di Ambon,  almarhum memiliki semangat kerja, fleksibel dan tidak pemarah sehingga kala itu ada masalah langsung cepat diselesaikan.

“ Namun pasca kerusuhan melanda wilayah Ambon, almarhum memilih tidak kembali ke Ambon dan pensiun sebagai kepala dinas,” Djafar Mengisahkan.

Menurut  Djafar, almarhum saat masih bertugas di Ambon, Provinsi Maluku. Beliau  sosoknya  bersahaja, berdedikasi, dan tidak pernah pilih kasih dengan siapa pun.  Kepribadian serta sepak terjang almarhum saat bertugas harus menjadi dicontohi.

Nah, hasil  rapat bersama  internal Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara kemudian diputuskan agar nama almarhum diabadikan di gedung auditorium sebagai Kadis pertama di Dinas PUPR Malut.

Tak hanya itu, Alwi  semasa hidupnya juga memiliki kepedulian terhadap bawahan dan tidak pilih kasih dimana seluruh staf di berikan tanggung jawab sesuai dengan beban kerja dan kemampuan masing-masing.

“ Pemberian nama tersebut di apresiasi oleh  Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang bertepatan dengan momentum 17 Agustus ini,” kata Djafar.  (Tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini