Oba Bakal Menjadi Pusat Ekonomi Baru

Editor: Admin author photo
Mochtar Djumati, Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan

TIDORE- Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Mochtar Djumati mendukung visi-misi Wali Kota Tidore Kepulauan Capt H.   Ali Ibrahim bersama Wakilnya Muhammad Sinen yang berkomitmen menjadikan wilayah oba sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru pada 2022 mendatang.

“ Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi baru di daratan oba. Pemerintah akan memperkuat infrastruktur untuk mendukung jalur perdagangan serta pusat transaksi masyarakat seperti pelabuhan, pasar dan terminal,” kata Mochtar Djumati kepada nusantaratimur.com, Selasa (31/8/2021).

Ditambahkan Mochtar, saat ini beberapa wilayah di daratan oba yang kita sudah rancang sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru, misalnya pembangunan terminal tipe C di daratan oba, hanya saja untuk lokasinya masih dikaji oleh instansi teknis. Ada pula sejumlah pasar rakyat yang akan dikembangkan dan sejumlah pelabuhan yang akan dipercantik, jelasnya.

Selain itu, dalam rangka memperkuat pusat perekonomian di Kota Tidore Kepulauan. Pemerintah juga akan fokus memberdayakan dan menghidupkan pelaku usaha UMKM, baik di pulau tidore maupun daratan oba. 

Hal ini dilakukan, karena berdasarkan pengalaman tahun 1998. Ketika terjadi krisis moneter yang melanda Indonesia dan banyak perusahaan-perusahaan besar angkat kaki. Justru pelaku UMKM yang berada di kalangan bawa mampu menggerakkan perekonomian Indonesia. 

“ Kita juga akan memprioritaskan infrastruktur yang dapat menghubungkan pasar dan sektor-sektor produksi hasil pertanian, karena hasil pertanian milik Kota Tikep mungkin terbilang melimpah, namun sulit untuk dipasarkan,” cetusnya.

Untuk itulah, kata Mochtar, Dinas Perindagkop Kota Tikep nanti diarahkan untuk fokus mencari pasar, guna menghidupkan hasil panen milik petani, maupun pelaku UMKM. 

Dengan begitu, para petani kedepannya sudah tidak lagi mengalami kesulitan pasca panen.

“ Ke depan Pemkot dan DPRD akan berkunjung ke luar Halteng  dan beberapa wilayah lainnya, untuk membangun kerja sama dalam rangka menyuplai hasil pertanian (Holtikultura-red) ke perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut,” kata Mochtar.

Bila pasarnya sudah jelas, maka petani kita sudah bisa bertanam sesuka ria. “ Mereka (Petani-red) sudah bisa mengukur keuntungan yang akan didapat pasca panen,” pungkasnya.

Penulis : Aidar Salasa

Editor : Redaksi 


Share:
Komentar

Berita Terkini