Pemuda Pancasila Kepsul Pertanyakan Hasil Monitoring Pansus DPRD di SD Wainib

Editor: Admin author photo

 

Hardiyanto Bone Ketua PMC PP Kepsul (istimewa)

SANANA – Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Hardiyanto Bone, mempertanyakan hasil monitoring Pansus DPRD ke beberapa sekolah dasar (SD) di Kepsul. Salah satunya di SD Negeri Wainib, beberapa waktu lalu.

Ketua MPC PP Kepsul Herdiyanto Bone mengatakan, sejumlah masalah yang dibeberkan Ketua Pansus DPRD Lasidi Leko, di SD Negeri Wainib terkait penggunaan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 untuk pembangunan rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan berat, hilang bak ditelan bumi, Selasa (10/08/2021).

 “Harusnya ada ditindaklanjuti,” singkat Hardiyanto.

Ia membeberkan, temuan Pansus di SD Wainib yang menyebutkan plafon sekolah tidak diganti tapi hanya dicat, sementara dalam RAB tercantum plafon juga diganti, merupakan persoalan serius yang harus disikapi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dikbud) Kepsul.

 “Apakah kepala sekolahnya sudah dipanggil untuk dimintai klarifikas atau belum,” tanya Heru sapaan karib Hardiyanto itu.

Tak hanya itu saja, kata Hardiyanto, termasuk temuan mobiler atau fasilitas sekolah jenis kursi dan meja. Dimana yang dikerjakan tidak menggunakan jasa mebel melainkan dikerjakan di rumah.

"Jika ini benar, Pansus harus bawa ke ranah hukum. Karena ini sudah masuk kategori dugaan tindakan koruptif,” tandasnya.

Ia mengaskan, jika hasil monitoring Pansus sesuai fakta, Dinas Pendidikan harus segera mengganti kepala sekolah SD Wainib.

“Agar menjadi efek jera bagi para kepala sekolah lain,” pungkasnya. (di/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini