Sepanjang 2021 Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan Anak di Maluku Utara Tercatat 53 Kasus

Editor: Admin author photo
Kadis P3A Malut, Musryifah Alhadar (istimewa)

TERNATE – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) mencatat sebanyak 53 kasus tindak kekerasan dan pemerkosaan perempuan dan anak di bawah umur pada semester I Tahun 2021.

Dari jumlah kasus tersebut, yang mendominasi adalah kasus kekerasan seksual anak dibawa umur. Presentasi kasus paling banyak berada di Kota Ternate, kemudian Halmahera Utara dan Halmahera Selatan.

“Ini sesuai dengan data atau yang terlapor di dinas P3A Maluku Utara,” ujar Kadis P3A Malut, Musryifah Alhadar saat di wawancarai di Ternate, Rabu, (18/8/21).

Ia mengungkapkan, di tahun 2020 kasus kekerasan dan pemerkosaan perempuan dan anak di bawah umur kurang lebih tercatat sebanyak 100 kasus. Sementara di tahun2021 pada semester I sudah ditemukan sebanyak 53 kasus.

“Kalau sesuai data yang ada, perbandingan kasus dari tahun 2020 dan 2021 mungkin berimbang, Dan untuk tahun 2021 masyarakat dan korban sudah mulai terbuka dibandingkan tahun 2020 masih banyak ditutupi karena merasa itu menjadi aib keluarga,” katanya.

Selain itu, lanjut  Musyrifah,untuk  menekan angka kekerasan seksual dan pemerkosaan anak dibawa umur, P3A gencar memaksimalkan pencegahan mulai dari sosialisasi hingga edukasi kepada warga.

“Namun semua itu kita kembali ke keluarga bagaimana upaya untuk melihat anggota keluarganya sendiri agar saling menjaga satu dengan yang lainnya. Dengan bantuan itu kita bisa menurunkan kasus kekerasan ini,” ucapnya.

“Kemudian untuk korban jangan ragu-ragu melapor, karena kami tetap ada dan siap untuk mendampingi sampai kasusnya tuntas, dan kami akan mengobati traumatik melalui psikolog yang kami punya,” sambungnya (adi/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini