Wali Kota Ali Ibrahim Buka Rakor Penanggulangan Bencana Daerah

Editor: Admin author photo
Wali Kota Ali Ibrahim saat membuka Rakor Penanggulangan Daerah, Kamis (19/18).

TIDORE- Walikota Tidore Kepulauan Capt H. Ali Ibrahim membuka dengan resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2021 bertempat di Aula Sultan Nuku, Kantor Walikota Tikep, Kamis (19/8/2021).

Walikota Tidore Ali Ibrahim dalam sambutannya mengatakan Indonesia adalah negara yang rawan terhadap bencana dan termasuk ke dalam 35 negara paling rawan resiko bencana di dunia.

Dengan mempertimbangkan segala potensi bencana yang kemungkinan terjadi kapan saja, maka siklus penanggulangan bencana di daerah Kota Tidore Kepulauan perlu dilakukan secara utuh, dimulai dengan mengupayakan kesiapsiagaan dini melalui kampanye mitigasi dan pengaruh resiko bencana.

Untuk itu, peningkatan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi program/kegiatan antar BPBD dengan semua pihak baik organisasi perangkat daerah lintas sektor maupun dunia usaha dan masyarakat, perlu dilakukan secara berkesinambungan guna menyamakan gerak langkah yang terpadu dalam upaya penanggulangan bencana sehingga tercipta upaya penanggulangan yang proporsional antara preventif dan responsif.

“  Ini perlu dipandang penting adanya rapat koordinasi yang berkesinambungan antara BPBD dengan OPD lintas sektor maupun pihak swasta dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana seperti yang akan diselenggarakan pada hari ini”

“ Saya juga berharap adanya komitmen dari semua peserta agar dapat serius untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai selesai, sehingga mempunyai manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana,” tegas Walikota.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan Abdurahim Achmad dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah mewujudkan sinergitas antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah lintas sektor, Organisasi Kemasyarakatan, Dunia Usaha, Masyarakat dan seluruh Stakeholders terkait upaya pencegahan bencana, tanggap darurat bencana sampai pada tahap pasca bencana yaitu Rehabilitasi dan Rekonstruksi sehingga tercipta suatu sistem penanggulangan bencana daerah yang tangguh, teruji dan profesional.

“ Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 50 orang yang terdiri dari perwakilan tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah terkait, Para Camat, Perwakilan Kepala Desa dan Lurah, Basarnas, BMKG, APDESI dan organisasi kemasyarakatan lainnya di Wilayah Kota Tidore Kepulauan,” ungkapnya. (Aidar/red).


Share:
Komentar

Berita Terkini