Banyak BUMDes Bermasalah, DPMD Kota Tikep Bakal Evaluasi

Editor: Admin author photo
Abdul Rasid, Kepala DPMD Kota Tidore Kepulauan

TIDORE- Penyertaan modal terhadap sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola potensi desa jauh dari harapan pemerintah.

Dari 49 BUMDes yang di Kota Tidore Kepulauan, rencananya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa setempat akan melakukan evaluasi. Hal itu diungkapkan Kepala DPMD Kota Tikep, Abdul Rasid saat ditemui wartawan, Rabu (15/9/21).

Sejak BUMDes dibentuk 2016 hingga saat ini, peran BUMDes terkesan tidak berkembang, meskipun sudah ada penyertaan modal yang dialokasikan melalui Pemerintah Desa setempat. 

Dari 49 BUMDes terdapat dua Desa yang belum melakukan penyertaan modal, yakni Desa Maitara Tengah dan Desa Maitara Selatan.

Secara kelembagaan ada 49 BUMDes, tetapi yang melakukan penyertaan modal hanya 47 Desa. Penyertaan modal ini diberikan setiap tahun. 

“ Jadi sebelum desa memberikan penyertaan modal ke BUMDes. Pengurus BUMDes mengajukan proposal terkait jenis usaha yang mau dikembangkan serta nilai penyertaan modal ini paling sedikit Rp 50 Juta,”  ungkap Abdul Rasid.

Sementara dana penyertaan modal untuk BUMDes sebagian besar dialokasikan oleh desa mulai 2017 hingga 2018. 

Meski begitu, dalam perjalanan hingga memasuki 2021 banyak BUMDes yang kolaps dalam mengelola usaha akibat pengurus tidak aktif sehingga banyak BUMDes yang bermasalah.

Pada 2020 hingga 2021 Pemkot Tidore Kepulauan meminta  pemerintah desa agar menghentikan penyertaan modal untuk BUMDes guna dilakukan evaluasi. 

“ Dari 49 BUMDes yang dibentuk hanya terdapat 11 BUMDes yang aktif, yakni BUMDes Gosale, BUMDes Balbar, BUMDes Garojou, BUMDes Ampera, BUMDes Sio Kona, BUMDes Akesay, BUMDes Lola, BUMDes Talagamori, BUMDes Kusu Sinopa, BUMDes Tagalaya, dan BUMDes Maregam,” beber Abdul Rasid. 

Dikatakan Abdul Rasid, kedepan DPMD Tidore Kepulauan akan menghidupkan kembali peran BUMDes ke depan, tetapi DPMD sendiri bakal membangun kolaborasi dengan instansi terkait untuk mengelola potensi desa, baik dari sektor pertanian, perikanan dan pariwisata. 

Karena saat ini sudah ada instansi yang akan dilakukan kerja sama itu diantaranya Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata beserta Dinas Perindagkop untuk membicarakan terkait dengan ketersediaan pasar dalam mendistribusikan hasil BUMDes,” 

"Untuk memperbaiki BUMDes di 49 Desa ini kami akan menertibkan kembali struktur kepengurusan, kami akan mengevaluasi laporan pertanggungjawaban semua BUMDes yang telah menerima penyertaan modal beserta kegiatan yang sudah dijalankan, setelah itu baru kami bangun sinergitas dengan OPD terkait untuk berkerjasama dengan BUMDes dalam mengidentifikasi dan mengelola potensi desa,” terangnya.

Rasid menambahkan, pihaknya akan mengagendakan pertemuan dengan 49 kades pasca diselesaikannya sejumlah persoalan yang melilit BUMDes, sehingga dari pertemuan tersebut. Nantinya diharapkan ada kesepakatan untuk pembentukan BUMDes bersama berdasarkan potensi desa yang dimiliki, kata Abdul Rasid.

Adapun jumlah pernyataan modal bagi 49 BUMDes yang tersebar pada 6 kecamatan di Kota Tidore Kepulauan.

1.Kecamatan Oba Selatan

 BUMDes Karya Anak Desa, Desa Hager Senilai Rp. 258 Juta untuk penyertaan modal Tahun 2017-2018. BUMDes Mafile Isape, Desa Tagalaya senilai Rp. 400 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Wama Sejahtera, Desa Wama senilai Rp. 100 Juta untuk tahun 2017. BUMDes Maidi Membangun, Desa Maidi senilai Rp. 50 Juta untuk tahun 2017. BUMDes Maku Sonyinga, Desa Lifofa senilai Rp. 583.950.000 untuk Tahun 2017 dan 2018. BUMDes Sela Idaman, Desa Selamalofo senilai Rp. 124 Juta untuk Tahun 2017. BUMDes Rahmat Utam, Desa Nuku senilai Rp. 820 Juta untuk 2017 dan 2018.

2.Kecamatan Oba 

BUMDes Pesona Halmahera, Desa Sigela Yef senilai Rp. 899.453.000 untuk penyertaan modal tahun 2017 dan 2018. BUMDes Makaeling Desa Todapa, Senilai Rp. 450 Juta tahun 2017 dan 2018. BUMDes Usaha Baru Desa Gita, Senilai Rp. 415 Juta untuk Tahun 2016, 2017 dan 2018. BUMDes Loa Se Banari Desa Woda, senilai Rp. 163.960.000 untuk tahun 2017. BUMDes Karya Tani Desa Bale, senilai Rp. 957 Juta untuk tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019. BUMDes Talagamori Desa Talagamori Senilai Rp. 550 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Damai Sejahtera Desa Koli, senilai Rp. 200 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Kusuma Mandiri Desa Kusu Sinopa, senilai Rp. 300 Juta untuk tahun 2017 dan 2019. BUMDes Malingak Olik Desa Tului, senilai Rp. 303.614.899 untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Toseho Marasai Desa Toseho senilai Rp. 650 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Usaha Sejahtera Desa Talasi, senilai Rp. 525 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Mari Bersatu Desa Kosa, Senilai Rp. 303.591.000 untuk tahun 2017 dan 2018.

3.Kecamatan Oba Tengah

terdiri dari BUMDes Usaha Bersama Desa Beringin Jaya, senilai Rp. 240 Juta untuk penyertaan modal tahun 2017 dan 2018. BUMDes Harapan Mandiri Desa Akeguraci, senilai Rp. 400 Juta untuk tahun 2018.  BUMDes Tauno Mandiri Desa Tauno, senilai Rp. 1.080.956.000 untuk tahun 2017, 2018 dan 2019. BUMDes Mode Tapso Desa Togeme, senilai Rp. 200 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Mandiri Cel Desa Yehu, senilai Rp. 178.245.500 untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Makugawene Desa Aketobatu, senilai Rp. 287.500.000 untuk tahun 2018. BUMDes Fo Maku Garo Desa Tadupi, senilai Rp. 161.000.500 untuk tahun 2018. BUMDes Sengkanung Desa Siokona, senilai Rp. 351.571.293 untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Marimoi Desa Fanaha, senilai Rp. 170 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Pelita Akesay Desa Akesay, senilai Rp. 435 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Sawada Desa Lola, senilai Rp. 100 Juta untuk tahun 2017. BUMDes Jou Nyao Desa Aketobololo, senilai Rp. 240 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Karivela Desa Akedotilou, senilai Rp. 400 Juta untuk penyertaan modal tahun 2018.

4.Kecamatan Oba Utara

BUMDes Dahe Ngora Desa Kusu, senilai Rp. 200 Juta untuk tahun 2018 dan 2019. BUMDes Satu Hati Desa Galala, senilai Rp. 250 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Poma Riwo Desa Gosale, senilai Rp. 513 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Ake Mafu Desa Kaiyasa, senilai Rp. 332.452.718 untuk tahun 2017, 2018 dan 2019. BUMDes Oba Desa Oba, senilai Rp. 277.992.800 untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Berkah Desa Balbar, senilai Rp 345.223.250 untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Garomajang Desa Garojou, senilai Rp. 307.750.000 untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Karya Bersama Desa Akekolano, senilai Rp. 325.240.000 untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Borero Desa Ampera, senilai Rp. 250 Juta untuk tahun 2017 dan 2018. BUMDes Soadaloha Desa Bukit Durian, senilai Rp. 350.214.600 untuk tahun 2017, 2018 dan 2019. BUMDes Somahode Desa Somahode, senilai Rp. 341.725.350 untuk tahun 2017 dan 2018. 

5.Kecamatan Tidore Selatan

BUMDes Ahu Majoma Desa Maregam, senilai Rp. 1.041.530.000 untuk tahun 2017, 2018 dan 2019. BUMDes Mare Lestari Desa Mare Kofo, senilai Rp. 286 Juta untuk penyertaan modal tahun 2017.

6. Kecamatan Tidore Utara

BUMDes Garomoi Desa Maitara Utara, senilai Rp. 241.423.000 untuk tahun 2018. BUMDes Maitara Desa Maitara, senilai Rp. 122.913.000 untuk tahun 2018. (dar/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini