Kadikbud Malut Diminta Tak Buang Energi Tanggapi Isu Jual Beli Jabatan Kepsek

Editor: Admin author photo

Muhammad Zufriyadi, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Nasional DPD KNPI Kabupaten Halmahera Timur (istimewa)

HALTIM - Wakil Ketua Bidang Pendidikan Nasional DPD KNPI Kabupaten Halmahera Timur, Muhammad Zufriyadi, menyatakan Narasi Jual Beli Jabatan Kepsek adalah wacana usang yang digembar-gemborkan dengan tujuan tertentu oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Karenanya, dia memintah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Imam Makhdy Hassan, tak perlu buang-buang energi menanggapi isu jual beli jabatan tersebut. Namun tetap fokus pada kemajuan pendidikan di Maluku Utara.

"Saya menilai pak Imam memiliki nawaitu yang baik dalam memajukan pendidikan di Provinsi Maluku Utara, itu terlihat dari banyak program yang dilakukan dan terkoneksi dengan program pusat," ujarnya usai pelantikan MKKS dan MGMP Halim pada Sabtu, (11/9/2021) kemarin.

Program yang di cetuskan Kadikbut itu, kata Zufriyadi,  seperti program PPDB online dengan sistem Zonasi. Sistem ini program pusat kemudian dikombinasikan dengan PPDB online khusus di Kota Ternate dan Tidore. 

"Kita tau bersama bahwa kalau tidak menggunakan sistem zonasi dan PPDB online pasti penerimaan peserta didik baru, syarat akan KKN. Dimana yang dekat dengan Kepsek atau anak pejabat pasti bisa leluasa di terima di sekolah favorit," ucapnya.

Tak hanya itu, menurut Zufriyadi, masi banyak terobosan yang dilakukan Imam Makhdy Hassan. Terobosan itu sebelumnya belum perna di lakukan oleh Kepala Dinas sebelumnya sejak pengalihan SMA/SMK ke provinsi. 

"Kadis lama belum pernah melantik MKKS dan MGMP di Kabupaten/Kota, sementara pak imam melakukan itu. Hal ini merupakan terobosan yang patut diapresisi karena dia turun langsung ke Kabupaten/Kota melantik MKKS dan MGMP," tururnya.

Zufriyadi bilang, harusnya pertasi yang ditorehkan Imam Makhdy Hassan tersebut menjadi ajuan publik dan media untuk mendorong kemajuan pendidikan di Maluku Utara. Bukan saling menyerang dan terkesan memperburuk potret pendidikan.

"Jangan hanya karena kesalahan oknum-oknum tertentu dengan membawa-bawa nama pejabat kemudian meminta uang di Kepsek-kepsek,  pak Kadis yang menjadi sorotan. Saya sarankan pak Kadis kerja saja dan tidak perlu pikirkan isu yang tidak penting ini kecuali uang-uang tersebut masuk ke rekening pak kadis," terangnya.

"Teruslah berinovasi karena pendidikan butuh orang-orang seperti Imam Makhdy Hassan, saya kira fokus kita adalah menyukseskan STQ Nasional untuk nama Maluku Utara di tingkat Nasional bukan lagi membuang-buang energi positif yang dihabiskan dengan membahas jual beli jabatan kepsek," sambungnya. (tim/red)



Share:
Komentar

Berita Terkini