Komisi IV Tetap Dukung Kadikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan di Malut

Editor: Admin author photo

 

Haryadi Ahmad, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara

TERNATE- Langkah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Imam Makhdy Hassan mengaktifkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kabupaten/Kota Se-Maluku Utara mendapat apresiasi dari Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Malut, Haryadi Ahmad mengatakan, pasca pengalihan status SMA/SMK dari ke Provinsi sejak tahun 2017 silam. Imam Makhdy Hassan satu-satunya kepala dinas pendidikan yang mampu mengaktifkan atau membentuk kepengurusan MKKS dan MGMP di Kabupaten/Kota. Karena kepengurusan MKKS dan MGMP sebelumnya tidak pernah dibentuk oleh kepala dinas sebelumnya.

“ Keberadaan MKKS dan MGMP SMA/SMK bertujuan  meningkatkan peran kepala sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan nasional, dan peningkatan serta pengembangan kompetensi seorang kepala sekolah maupun guru,” kata Haryadi Ahmad kepada wartawan usai menggelar pertemuan dengan Dikbud Malut di Ternate, Kamis (23/9/2021).

Di sisi lain, kata Haryadi, pembentukan MKKS dan MGMP tidak terlepas dari pelaksanaan pembinaan secara teknis, baik secara vertikal maupun horizontal. Nah, maksud dari horizontal adalah antar sesama kepala sekolah.

Selain itu, perbaikan kinerja kepala sekolah yang diimplementasikan dengan cara berbagi permasalahan, pengalaman, dan inovasi saat menunaikan tugas profesi.

“ Sebagai mitra kerja Komisi IV tetap memberikan support kepada dinas untuk tetap menjalankan program yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Maluku Utara,” jelas Haryadi.

Sementara pembentukan MGMP dengan tujuan, memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar.

“ Jadi MGMP ini memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman yang tujuannya peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja dalam rangka memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah,” pungkasnya. (tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini