Nunggak Dana Infak Partai, Dua Anggota DPRD Halteng Terancam SP 3

Editor: Admin author photo
Ketua DPC PBB Halteng, Riswan Naim. (Foto/dir)

WEDA-Dua anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) asal Partai Bulan Bintang (PBB)  mendapat surat peringatan (SP) mengenai pembayaran infak partai politik.

Pasalnya, Dua wakil rakyat ini, semenjak dilantik menjadi anggota DPRD tidak berkontribusi terhadap partainya. Hal itu disampaikan Ketua DPC PBB Kabupaten Halteng, Riswan Naim kepada media ini, Rabu (8/9/2021).

Riswan menjelaskan, terkait soal infak anggota DPRD Partai Bulan Bintang sudah diatur dalam BAB 8 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pasal 19 dan 20.

“ Dana infak itu kewajiban bagi anggota DPRD karena telah ditetapkan melalui muktamar Ke V.  Untuk anggota DPRD per orang sebesar Rp. 7 juta per bulan, dan itu tidak lagi tawar menawar,” tegasnya.

Lanjut Riswan, jika kedua anggota DPRD bersikap apatis atau cuek dengan kontribusi mereka yang sudah diputuskan mulai muktamar, maka DPC telah mengambil sebuah keputusan penting organisasi yang sudah di sepakati.

“ Saya tegaskan kepada dua anggota dewan, saya orangnya prosedural terkait dengan perintah-perintah organisasi sesuai AD/ART saya akan tetap laksanakan itu,” tuturnya.

Tujuan dari dana infak untuk mengangkat popularitas melalui kinerja DPC, DPW dan DPP agar  bisa mendongkrak partai ini lolos ke parlementery thresold pada pemilu 2024  mendatang, jelas Riswan.

Ada pun tunggak infak dua anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang, yakni untuk Sudirman Samadan sebesar Rp. 84.000.000, kemudian saudara Usman A. Tigedo sebesar Rp. 101.000.000 dengan per bulannya sebesar Rp. 7 juta. 

“ Untuk penunggakan dana infak dari anggota DPR sudah mendapat  surat peringatan ke 3 dari DPP dengan batas waktu sampai tanggal 20 September itu harus di lunasi, jika di tanggal 20 september itu tidak di selesaikan oleh dua anggota DPR, maka kami dari DPC PBB Halteng melayangkan SP 3. Dan itu akan berkonsekuensi,” kata Riswan. (dir/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini