Wali Kota Ali Ibrahim Akan Tindaklanjuti Tuntutan Pengunjuk Rasa

Editor: Admin author photo

 

Wali Kota Ali Ibrahim dampingi Wakil Walikota Muhammad Sinen saat menerima pengunjung rasa di Kantor Walikota, Kamis (2/9).

TIDORE- Aksi unjuk rasa gabungan dari mahasiswa dan pemuda yang dinamakan Aliansi Solidaritas Tidore Timur mendatangi Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan yang berada di jalan Sultan Mansur, Kamis (2/9/2021) pagi tadi.

Aksi ini meminta Pemkot Tidore Kepulauan menyelesaikan persoalan sejumlah infrastruktur di Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan.

Orator Naim M Saleh mengatakan, berdasarkan survei lapangan persoalan seperti di Kelurahan Mafututu dan Jiko Cobo permasalahan yang dihadapi sekarang adalah berkaitan dengan masalah jaringan dan sampah.

“ Untuk itu, kami mendesak Pemkot Tikep dengan segera memfasilitasi tempat sampah di setiap masing-masing RT dan memfungsikan mobil pengangkut sampah jalur Mafututu dan Jiko Cobo untuk mengangkut sampah,” kata Naim.

Tak hanya masalah sampah,  pengunjuk rasa juga mendesak Pemkot Tikep menyediakan jaringan internet, karena hal itu sangat berdampak pada ketertinggalan ilmu  pengetahuan di era digital saat ini.

“ Kami sangat kesulitan mengakses jaringan internet, mengakses informasi media, mengakses ilmu pengetahuan lewat internet,” tandas Naim.

Selain masalah sampah dan akses internet, pengunjuk rasa mendesak Pemkot Tikep dapat melanjutkan proyek lampu penerangan jalan yang sempat terhenti, karena  Kecamatan Tidore Timur belum ada lampu penerangan jalan. 

“ Kami berharap Pemkot Tikep dapat mewujudkan tuntutan ini. Apabila tuntutan-tuntutan tersebut tidak diindahkan, maka kami akan tetap melawan sampai diwujudkan,” tegas Naim.

Aksi Aliansi Solidaritas Tidore Timur yang berlangsung selama 30 menit itu, kemudian diterima Wali Kota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan. 

Dalam hering terbuka Wali Kota Ali Ibrahim menyampaikan akan   menindaklanjuti tuntutan Aliansi Solidaritas Tidore Timur.

“ Saya bersama pak wakil akan menindaklanjuti tuntutan adik-adik mahasiswa dari Aliansi Solidaritas Tidore Timur,” kata Ali Ibrahim yang didampingi Wakil Walikota Muhammad Sinen.

Mengenai persoalan jalan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen berjanji di hadapan pengunjuk rasa  akan menyurat ke Pemprov Malut dan Kementerian PUPR dalam hal ini BPJN.

“ Jalan itu merupakan ruas jalan provinsi dan nasional, kami akan menyurat kepada pemerintah Provinsi Maluku Utara dan balai yang ada di Ternate,” ucap Walikota. 

Ditambahkan Muhammad Sinen, kalau jalan ini merupakan ruas jalan Kabupaten/Kota, maka Pemkot Tikep memberikan perhatikan  dengan secepatnya di bangun, hanya saja ini merupakan jalan provinsi. 

“ Kalau kita berbicara Tidore timur jangan hanya lihat pada infrastruktur jalannya saja terus kemudian menilai bahwa kami tidak memperhatikan, karena pembangunan ini banyak hal, bukan cuman jalannya saja. Karena APBD itu menjadi bukti di mulai dari AMAN periode pertama sampai pada periode kedua itu ada bukti,” 

“ Jadi perhatian pemerintah daerah ini bukan cuman satu kegiatannya saja, semisalkan jalan, sampah kemudian dengan lampu jalan, kemudian menilai Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen gagal dan tidak pernah perhatikan tidore timur ini sebenarnya salah,” ucap Wawali.

Untuk itulah, APBD Kota Tidore Kepulauan menjadi saksi  bagaimana perhatian Pemkot Tikep untuk bangun Tidore ini.

“ Jangan nilai kegiatan pemerintah itu hanya sepihak, sehingga memancing emosi untuk datang disini,” kata Muhammad Sinen.

Coba berkoordinasi dengan camat dan lurah. Nah,  dua lembaga ini kita selalu memberikan anggaran, karena Pemkot Tikep sangat memperhatikan masyarakat sampai ke Kelurahan dan Desa, pungkas Wawali. (dar/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini