Aksi Pemalangan Kantor Desa Nuku Berakhir Damai

Editor: Admin author photo
Wawali Tidore Kepulauan Muhammad Sinen membuka pintu Kantor Desa Nuku yang dipalang warga. (Foto/Aidar)

TIDORE- Sejumlah warga masyarakat Desa Nuku, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, melakukan aksi  pemalangan Kantor Desa Nuku menggunakan kayu balok, pada Rabu 20 Oktober lalu. 

Insiden ini bermula dari kebijakan Rino Abdurahman, selaku Kepala Desa Nuku, karena dianggap tidak pernah mementingkan kelompok masyarakat yang tidak memilihnya sebagai Kepala Desa pada periode pertama. 

Selain itu warga juga tidak menerima sikap Panitia Pemilihan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang terkesan tertutup. Ini kemudian menjadi pemicu sebagian warga melakukan pemalangan kantor desa yang di koordinir langsung oleh Kisman Kader warga setempat. 

Setelah pemalangan itu berlanjut, sontak menarik perhatian Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen hingga dirinya turun langsung ke Desa Nuku untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sekaligus membuka palang pintu Kantor Desa, yang dilakukan oleh sejumlah warga tersebut, Kamis (21/10) kemarin.

Di kesempatan itu, Muhammad Sinen kemudian melakukan pertemuan bersama dengan warga yang sudah sekian lama berselisih paham dengan Rino Abdurrahman, Kepala Desa Nuku dua Periode itu, untuk memastikan substansi permasalahan yang terjadi. 

Dalam pertemuan itu, terungkap sejumlah keluhan atas ketidakpuasan sikap Panitia dan Kepala Desa yang dianggap tidak mau transparan terkait dengan kebijakan Desa. Bahkan Kepala Desa juga tidak mau melibatkan sebagian masyarakat Desa Nuku dalam pelaksanaan kegiatan baik fisik maupun non fisik hal itu membuat mereka merasa tidak dihargai sebagai warga Desa Nuku. 

Meskipun dalam pertemuan itu, berjalan cukup alot dan menegangkan, namun Muhammad Sinen dengan ketenangan jiwanya mampu meredam emosi warga. Sehingga pada kesempatan itu pula dirinya meminta kepada Kepala Desa Nuku, agar kembali merajut kebersamaan dan persatuan di tengah-tengah masyarakat tanpa harus melihat perbedaan politik. Pasalnya, perbedaan sikap dalam politik telah berakhir pasca terpilihnya Kepala Desa.

Untuk itu sudah saatnya Pemerintah Desa dan Masyarakat dapat bergandeng tangan guna mensukseskan setiap kegiatan yang ada di Desa demi kemajuan Desa Nuku itu Sendiri. 

"Saya berharap ke depan Kepala Desa beserta perangkatnya sudah harus lebih terbuka kepada semua masyarakat. Terus bangun komunikasi yang baik dan tidak boleh tertutup, selain itu, Kepala Desa juga harus mampu merangkul dan melibatkan semua masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan Desa, tanpa melihat latarbelakang politik. Sebab yang diharapkan dari sebuah Pemerintahan adalah kesejahteraan bersama,” kata Muhammad Sinen. 

Selain menyoroti soal kekurangan Kepala Desa, Muhammad Sinen juga menyentil terkait dengan sikap sejumlah warga yang melakukan pemalangan kantor desa.

Dia bilang, seharusnya warga tidak perlu melakukan pemalangan kantor, sebab kantor tidak bersalah. Jika warga merasa tidak puas dengan hasil pemilihan BPD, maka yang digugat adalah panitia, disertai dengan bukti tertulis. Sehingga dengan begitu dapat dijadikan data pembanding untuk ditindaklanjuti sebagaimana aturan yang berlaku. 

Namun karena pada pertemuan itu, warga yang menolak hasil pemilihan Anggota BPD tidak memiliki data yang otentik, sehingga Muhammad Sinen kemudian meminta agar warga tersebut dapat bersama-sama menerima hasil Pemilihan Anggota BPD yang telah dilakukan. 

"Disini saya tidak mencari siapa salah dan siapa benar, namun penting untuk kita bersama-sama memperbaiki kesalahan yang ada, agar masyarakat tidak dikorbankan. Sebab jika kita hanya berkutat pada ketidakpuasan akibat hasil Pemilihan BPD, maka persoalan ini tidak akan pernah selesai, untuk itu saya minta agar hasil pemilihan Anggota BPD Desa Nuku ini, bisa diterima secara bersama oleh semua masyarakat, karena hasil ini, juga telah dilengkapi dengan data dan sudah melalui prosedur," tuturnya, sembari meminta warga yang berselisih paham dengan Kepala Desa beserta perangkatnya itu untuk berdamai dan merajut kembali persatuan di Desa Nuku. 

"Kedepan Camat juga harus sering melakukan rapat dengan pemerintahan desa dan masyarakat, agar keluhan-keluhan ini bisa didengar secara langsung dan ditindaklanjuti ke Pemerintahan Kota. Jadi saya minta kepada Camat agar sebulan sekali harus turun ke Desa dan melakukan pertemuan bersama dengan Kepala Desa dan Masyarakatnya," tambahnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kisman Kader, Koordinator Aksi pemalangan Kantor Desa juga ikut mengamini permintaan Wawali, bahkan ia pun siap bersinergi dengan Pemerintah Desa dan saling membenahi untuk kepentingan Desa Nuku kedepannya. Bahkan di kesempatan itu ia turut menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya bersama sejumlah warga yang telah melakukan pemalangan kantor. Namun besar harapannya, agar ke depan komunikasi Pemerintah Desa dan masyarakat perlu ditingkatkan. 

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran pak Wakil yang telah mendengar keluhan kami. Harapannya setelah pertemuan ini, kita sama-sama bisa saling memperbaiki dan bersinergi sebagaimana titipan Pak Wakil, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Sekedar diketahui, pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen itu, dihadiri oleh Kepala Bidang PMD Kota Tikep, Iswan Salim dan Camat Oba Selatan.(Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini