Astaga, DPRD dan Pemda Halteng "Tara Akur"

Editor: Admin author photo
Upacara HUT Halteng (red-tim) 

WEDA–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halteng kesalkan sikap Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang ke 31 tahun dengan mengusung tema: Tiga Negri Satu Fagogoru tampa melalui Paripurna antara DPRD dan Pemkab Halteng. 

Ketua DPRD Halteng Sakir Ahmad mengatakan bahwa, HUT Halteng sebelumnya melalui sidang paripurna istimewa antara Pemda dan DPRD, tapi tahun ini tidak dilaksanakan. 

Ia bilang, Pemda Halteng dalam hal ini panitia pelaksanaan tidak pernah konsuldasi maupun koordinasi dengan DPRD baik dirinya maupun anggota dewan lainnya.

Lanjutnya, segala macam tata atau acara upacara yang dilaksanakan semua diatur oleh Pemda, DPRD tidak dilibatkan apalagi koordinasi terkait dengan tidak dilaksanakan sidang paripurna istimewa.

“Pada perayaan HUT kabupaten Tahun – tahun sebelumnya Pemda selalu berkoordinasi dengan kami di DPRD, tapi tahun ini kami tidak dilibatkan," ungkap Ketua DPRD Halteng Sakir Ahmad saat di konfirmasi oleh Nusantaratimur.com Minggu (31/10/21) 

Ia juga menambahkan, untuk pembacaan sejarah singkat kabupaten Halteng yang sebelumnya biasanya dibacakan oleh ketua DPRD Halteng tetapi di tahun ini tidak.

“Tahun ini  Pemda Halteng melakukan kesalahan, kedepan kami akan perbaiki dengan peraturan daerah (PERDA),”tambahnya.

Terlepas dari itu Ketua Komisi III PRD Halteng Aswar Salim menyesalkan sikap Panitia HUT Halteng yang meniadakan Paripurna Istimewa di DPRD yang selama ini setiap HUT pasti ada paripurna.

Terlebih lagi soal pembacaan naskah sejarah singkat Kabupaten Halteng itu selalu dibacakan oleh Ketua DPRD tetapi di Tahun ini dibacakan oleh Sekda Halteng.

Aswar menyakini ini semua sesuai arahan Bupati, dan perlu ditegaskan bahwa HUT ini bukan warisan Bupati yang seenaknya dirubah rubah atau dibuat – buat sesuai selera Bupati.

Warga masyarakat kota Weda menilai Pemda dan DPRD seperti cicak dan buaya, kalau ini cicak dan buaya versi Halteng, tidak pernah akur selalu ada kontroversi di dalam segala hal baik di rapat paripurna, keluhan masyarakat maupun pada momentum HUT kabupaten Halteng ke 31 tahun ini.

Pemda dianggap tidak menghormati lembaga DPRD sebagai lembaga pengawasan, bagaimana tidak dalam HUT kabupaten kota di seluruh Indonesia diadakan sidang paripurna istimewa.

“HUT kabupaten tahun sebelumnya diadakan sidang paripurna istimewa , tapi tahun ini tidak diadakan,” ungkapnya kesal. (Red-tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini