Kasus Pemukulan Siswa di Sanana Berujung Damai

Editor: Admin author photo
Mediasi: Kasus pemukulan siswa SMPN 2 Sanana oleh oknum guru. (Foto/Suhardi)

SANANA- Kasus pemukulan siswa SMP Negeri 2 Sanana oleh oknum guru di Kabupaten Kepulauan Sula, berujung damai, Jumat (15/10/2021).

KBO Reskim Polres Kepulauan Sula, AIPDA Lajaya Muhiddin, kepada nusantaratimur.com mengatakan, kedua pihak sepakat untuk berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami sebagai Polisi hanya memfasilitasi untuk menyelesaikan masalah ini. Dan tadi dihadiri langsung orang tua murid karena itu anak dibawa umur maka di wakili langsung oleh papanya," tukas Lajaya.

Menurut Lajaya terkait dengan penyelesaian ini juga di atur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021 tentang penyelesaian di luar pengadilan.

“ Memang banyak pertimbangan, karena dari pihak guru juga sudah bangun komunikasi, dan dari pihak keluarga korban sendiri sudah menerima itu, karena dianggap hanya miskomunikasi dari kedua belah pihak” sambung Lajaya.

"Jadi, dalam penyelesaian itu pihak pelaku juga sudah minta maaf, karena ini korban masih anak dan pihak korban atau orang tuannya sudah menerima," Jelasnya.

Tambah Lajaya, dalam penyelesaian itu juga dihadiri oleh terlapor Hamid, Kepala Sekolah SMPN 2 Sanana, keterwakilan dari PGRI, dan disaksikan langsung oleh Hi. Jaidun yang mewakili pemerintah daerah, pungkasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 2 Sanana, Salam Umalekha menyampaikan, atas nama lembaga pihaknya menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga korban.

"Kalau memang ada yang salah yang kami buat di sekolah ini kami minta maaf. Dan kami berterima kasih kepada pihak keluarga korban karena sudah mau memaafkan kami," ucap Salama.

Kata Salama, pihaknya juga berterima kasih kepada yang mewakili pemerintah daerah dan PGRI, atas dukungannya, hingga masalah ini dapat terselesaikan secara damai, sampainya. (di/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini