Polisi Tak Bisa Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pasar Makdahi

Editor: Admin author photo
Kantor Polres Kepsul

SANANA- Penyidik Polres Kepulauan belum melakukan penetapan tersangka kasus korupsi Pasar Rakyat Makdahi. Usut punya usut, rupanya masih terkendala  dengan hasil audit BPKP Provinsi Maluku Utara. 

“ Untuk penetapan tersangka kasus Pasar Rakyat Makdahi masih menunggu hasil audit BPKP Maluku Utara,” ungkap KBO Reskim Polres Kepulauan Sula, Aipda Lajaya Muhiddin, Senin (04/10/2021).

Dikatakan Lajaya, audit BPKP kerugian negara sudah dilakukan pada Agustus lalu. Akan tetapi penyidik  masih menunggu. Bahkan, penyidik juga mendesak mereka kira-kira kerugiannya berapa banyak.

Sementara kasus ini pihak penyidik sudah melengkapi seluruh alat bukti.

"Alat bukti semua sudah di kumpulkan, jadi kami hanya menunggu hasil audit BPKP saja, kalau sudah ada maka akan dilaksanakan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” tegasnya.

Lajaya mengaku, kasus pasar Rakyat Makdahi ini memang agak molor. Namun, sebenarnya jauh sebelum bulan ini sudah ada penetapan tersangka. 

“ Hanya saja kendala kami di Polres soal hasil audit yang belum ada sampai sekarang, tuturnya.

Diketahui, pembangunan Pasar Rakyat Makdahi Melekat di Dinas Kooperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Kepsul, yang bersumber dari APBN tahun 2018 sebesar Rp. 5,6 Miliyar, yang dikerjakan oleh PT. Inasko Cipta Bersama. (di/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini