DLH Halteng Lemah Tangani Pencemaran Kali Kobe

Editor: Admin author photo
Sungai Kobe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. 

WEDA- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Tengah, Samsul Bahri meminta PT. Halmahera Sukses Mineral dan PT. Takindo untuk berkomunikasi dengan PT. IWIP. 

“ Jadi saat ini kami melakukan pengawasan untuk melakukan langkah persuasif terhadap perusahan yang melakukan aktivitas di sekitar wilayah Kobe ketika ada indikasi pencemaran di kali Kobe makan kami memanggil PT Halmahera Sukses Meneral dan Takindo untuk berkomunikasi dengan PT IWIP yang melakukan aktivitas di sekitar Kobe untuk penanganan pencemaran di sungai kali Kobe,” ungkap Samsul Bahri kepada wartawan media, Selasa (23/11/2021)

Samsul mengatakan, pihaknya hanya menangani soal pencemaran dengan membuat berita acara. Nah, soal pengawasan indikasi pencemaran itu  kewenangan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam hal ini Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

“ Memang kami lemah untuk menegakkan aturan, kami agak lambat, karena secara normatif untuk mengatur mekanisme pengelolaan dan tanggung jawab itu berdasarkan kewenangan. Akhirnya kami lemah,” terang Samsul.

Meski begitu, saat ini DLH sudah berkoordinasi dengan masing-masing elviro dari perusahaan yang melakukan aktivitas di sekitar kobe untuk selalu update informasi terkait dengan perkembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) kali kobe.

“ Ini juga debit air sungai berubah. Itu karena ada yang mengendap di bawa. Jadi ini dia secara alami begitu curah hujan tinggi, maka warna sungai kali Kobe akan selalu berubah sebab ada pergerakan air, makanya kami juga mengatakan pasti ada indikasi pencemaran,” tandasnya.

Dari sisi pengawasannya dan pengaduan lingkungannya sesuai prosedurnya, setelah ada uji buku mutu baru itu bisa dikatakan pencemaran. 

Jika kalau sekarang kita melakukan uji buku mutu kualitas kali Kobe itu memang masih lemah. “ Kalau mau uji buku mutu kualitas air kali kobe ketika terindikasi pencemaran itu harus ke lab yang terakreditasi dan prosedurnya panjang,” tukasnya.

Makanya harus ada penanganan cepat yang terindikasi pencemarannya. Ada di mana sehingga kita bisa melakukan komunikasi indikasi pencemaran itu secepat-cepatnya.

“ Dalam waktu dekat ini kami akan berkoordinasi dengan perusahan yang beroperasi di sekitar kobe untuk penanganan cepat ketika ada indikasi pencemaran kali kobe,” pungkasnya. (dir/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini