Ini Harga Angkutan Umum Yang Disepakat Oleh Dishub Dan Organda Tikep

Editor: Admin author photo

 

Kenaikan harga tarif angkutan umum yang disebakan karena dipicu oleh pergantian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari bensin ke petralite, hingga petramax.

TIDORE- Kenaikan harga tarif angkutan umum yang disebakan karena dipicu oleh pergantian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari bensin ke petralite, hingga petramax.

Hal itu membuat aktifitas kendaraan roda empat lumpuh total dikarenakan para sopir angkut menggelar mogok masal disepanjang jalan tanjung Soasio, Soadara, dan pelabuhan Rum dengan menurut tarif angkutan harus dinaikan.

Sementara paska mogok kerja, Organda mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Perhubungan untuk mencari kesepakatan harga yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad saat di temui sejumlah wartawan di ruang Rapat Dishub Kamis (11/11/2021)

menjelaskan, bahwa kesepakatan tentang tarif angkutan umum, yakni terkait tarif di ambang atas dan bawah.

Sementara dalam versi Organda Kota Tikep berdasarkan penetapan harga angkutan, sehingga Dishub Kota Tikep melakukan kajian dan ditindaklanjuti sesuai SK Wali Kota Tidore Kepulauan. 

"Ada tiga poin yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Organda itu, tarif atas dan tarif bawah, perilaku sopir dengan kelengkapan lain, maupun para penumpang harus pada posisi aman, dan nyaman,"ungkap Daud usai menggelar pertemuan dengan Organda dan didampingi Kasat Lantas Polres Tikep Julaiha Dokumalamo.

Mesti begitu, kata Daud, berkaitan dengan angka tarif sopir angkut ini, sebelumnya mereka menggelar aksi tentang tarif angkot Soasio-Rum sebesar Rp. 10.000 per orang untuk dinaikan 15.000.

Maka dari itu, pihak Dishub melakukan kajian dengan tim teknis, yakni dari angka Rp.15.000 sesuai hitungan dari tanjung Soasio berdasarkan jarak 22 km. "Kalau kita tarik mundur dari Terminal ternyata 5 km dari googlemaps ditetapkan Rp. 4.799.000,"Kata Daud.

"Yang disepakati pertemuan tadi tetap Rp.14. 980.00 secara umum. Untuk pelajar harganya tidak naik tetap Rp.3.900. Kalau ambang bawahnya dihitung 1-4 km pada posisi kenaikannya dia sampai 500-1000 rupiah," jelasnya.

Berdasarkan tarif yang ditetapkan melalui SK Wali Kota pada Oktober lalu tidak mengalami perubahan, misalnya dari 6.500 naik menjadi 7000 yang dihitung berdasarkan per kilo.

Ia menjelaskan, dilihat dari tingkat partisipasi pengguna jasa dari tahun ke tahun, mulai dari SK tahun 2016 mengalami peningkatan, tetapi melalui tahapan per tahapan.

Ditambahkan ketua Organda Kota Tikep Amir Soleman, bahwa berdasarkan pertemuan dengan Organda dan Dishub kami merasa senang atas hasil keputusan. 

"Kami menerima hasil kesepakatan tarif angkit dan dijami tidak lagi melakukan aksi mogok terhadap kenaikan harga angkot,"ujarnya.(Aidar).

Share:
Komentar

Berita Terkini