Kementerian Kordinator investasi dan pertambangan Lakukan Kunjungan di Halteng

Editor: Admin author photo
Kementrian Kordinator Kemaritiman dan Investasi bekerja sama dengan Universitas Pajajaran dan Universitas Khairun Ternate melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Tengah dalam rangka melaksanakan kajian survei sosial yang ada di wilayah Industri. 


Weda- Kementrian Kordinator Kemaritiman dan Investasi bekerja sama dengan Universitas Pajajaran dan Universitas Khairun Ternate melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Tengah dalam rangka melaksanakan kajian survei sosial yang ada di wilayah Industri. 

Kepala Bidang Pengelolaan Batubara Kementrian Kordinator Kemaritiman dan Investasi Feri mengatakan, telah melakukan kunjungan ke Halmahera Tengah ini dalam rangka melaksanakan kajian survei sosial ekonomi dampak dari industri hilirisasi mineral di Halmahera Tengah. 

"Jadi kami ingin melihat dampaknya sosial, ekonomi, lingkungan, kesehatan maupun pendidikan dan kita ingin melihat itu antara sesudah dan sebelum hadirnya PT IWIP itu seperti apa," ungkap Kabid Pertambangan dan Batubara Kementrian Kordinator Kemaritiman dan Investasi Feri saat di konfirmasi oleh Awak media. Rabu, (03/11/21) 

Selain itu melakukan pendataan pengambilan data primer melalui Koisiener dari sisi pemerintah, kemudian kunjungan ini kami hanya menunggu hasil Koesiener dari pemerintah seperti apa. 

Ia juga bilang yang terlibat dalam tim ini dari Kementrian Kordinator investasi dan pertambangan, kemudian dari Universitas Pajajaran bersama dengan Universitas Khairun Ternate. 

Terlepas dari itu Wakil Bupati Halmahera Tengah Abd. Rahim Odeyani. SH. MH mengatakan bahwa, Kemenko Maritim dan Investasi bekerjasama dengan Universitas Pajajaran Bandung maupun Universitas Khairun Ternate melakukan riset di Halmahera Tengah terkait dengan dampak ekonomi dan sosial atas keberadaan PT IWIP yang ada di Teluk weda. 

Dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Halteng Abd. Rahim Odeyani menyampaikan bahwa, dapak sosial dan ekonomi yang ada di Halteng. Kemudian dampak sosial yang terjadi di Halteng yaitu terjadi pemerkosaan akibat dari karyawan yang begitu banyak sehingga mengakibatkan dampak sosial bisa terjadi sala satunya adalah pemerkosaan itu. 

Kemudian dampak ekonomi secara langsung yang hari ini dapat di rasakan langsung oleh masyarakat yaitu yang selalu berusaha menyiapkan kos-kosan itu yang dampak ekonomi secara tidak langsung. 

Sedangkan dampak langsung terhadap keberadaan IWIP ini adalah rekrutmen tenaga kerja yang hari ini di Maluku Utara hampir semua suku yang ada di Maluku Utara itu terwakili di PT IWIP itu sendiri. 

Share:
Komentar

Berita Terkini