Krisis BBM di Halteng, DPRD Lakukan Rapat Bersama

Editor: Admin author photo

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Tengah Ahlan Djumadil 

 

Weda- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Tengah melakukan rapat bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Khus Ekbang, PT Potons Inti Jaya dan CV Karya Weda Utama bersama dengan kasat intelkam Polres Halteng terkait dengan persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Halteng. 

Menurut Ketua Komisi II DPRD Halteng Ahlan Djumadil mengatakan bahwa, Halmahera Tengah saat ini aktifitas masyarakat sudah cukup tinggi dengan adanya industri, sementara kouta BBM yang di Halteng itu tidak bertambah. 

"Misalnya SPBU dan APMS minta ke Pertamina kadang terkendala dengan transportasi pergerakan minyak dari Tobelo ini juga ada keterbatasan armada dan seterusnya itu yang kemudian membuat stok yang ada di APMS maupun di SPBU itu cepat habis," ungkap Ketua Komisi II DPRD Halteng Ahaln Djumadi di media ini. Senin, (15/11/21) 

Lanjutnya, mengatakan untuk mengatasi masalah ini maka pemerintah daerah melalui Ekbang meminta ke pertamina untuk penambahan stok. 

"Kemarin itu sudah masuk 30 KL dan hari ini juga 30 KL dan kami berharap dengan penambahan stok yang ada ini bisa mengatasi masalah. Sehingga kemudian kelangkaan itu tidak ada dan tidak memberikan dampak terhadap pergerakan harga BBM di beberapa wilayah ini," papar Ahlan. 

Kemudian untuk pelayanan di SPBU mereka sepakat untuk di perpanjang untuk ada peningkatan jam pelayanan, tetapi khusus untuk PT Potons Inti Jaya karena saat ini masih menyiapkan sarana mereka untuk ke dispenser maka mereka janji sampai ke bulan Desember baru ada penambahan jam pelayanan. 

"Kami sepakat untuk pemerintah daerah segera minta ke pertamina khususnya di Halmahera Tengah untuk SPBU dan APMS ini kuotanya harus setiap hari di layani dan minimal harus setiap hari itu minimal 20 KL,"  cetusnya. 

Ahlan bilang di Halteng ada beberapa tempat yang masi di butuh, sebab ada sub penyalur yang ada di weda selatan, weda utara, Patani dan Patani Barat. Sehingga APMS dan SPBU ini juga bisa melakukan pelayanan terhadap sub penyalur BBM yang ada di Halmahera Tengah. 

Lebih lanjut ia menambahkan, harus maksimalkan juga kouta Perta shop yang awalnya hanya 3 ton harus di tingkatkan juga supaya bisa menjadi 5ton-10 ton. 

"khusus untuk di weda selatan sudah ada dari pertamina arahannya untuk penambahan 5 KL ke Weda selatan ke sub penyalur. Dan untuk ke pengecer tidak ada rekomendasi pelayanan untuk saat ini karena ketentuannya tidak bisa," ujarnya. 

Selain itu DPRD Halteng meminta pemerintah Daerah juga harus serius berkordinasi dengan PT Migas dan Pertamina untuk penambahan SPBU di Halteng.

"Halmahera Tengah saat ini dan kedepan mungkin kebutuhan kita semakin besar maka kami sarankan ke Pemda untuk berkordinasi sehingga ada depot Pertamina di Halmahera Tengah sehingga kita tidak bergantung ke Tobelo dan Ternate," pungkasnya (Red/tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini