Pemilu Santun dan Karismatik

Editor: Admin author photo

Nahrawi Hi. Taha

Pengurus Wilayah Nedfit Maluku Utara

Pemilihan umum adalah sebuah kata yang tidak asing lagi bagi telinga masyarakat Maluku Utara maupun Indonesia secara nasional, bagi warga negara Indonesia yang berumur 17 tahun keatas pasti pernah berpartisipasi dalam pemilu tersebut pada Tahun 2024 nanti masyarakat Maluku Utara maupun Indonesia secara nasional akan di berhadapan dengan  hajatan demokrasi nasional yakni pemilu serentak yang akan berlangsung nanti.


Berdasarkan undang undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan kepala daerah yaitu pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota serta pemilihan  presiden dan wakil presiden, tentunya rakyat di wajibkan untuk menentukan pilihannya agar memilih orang yang tepat untuk menentukan nasib Maluku Utara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia 5 tahun kedepan 


Pemilu sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945, dimaksudkan untuk memilih   pemimpin dalam mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan dapat menyerap serta memperjuangkan aspirasi rakyat sesuai dengan tuntutan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara


Pemilu dapat dikatakan aspiratif dan demokratis apabila memenuhi beberapa persyaratan. Pertama peserta pemilu harus mencegah terjadinya money politik. Kedua, pemilu harus diselenggarakan secara teratur dengan jarak waktu yang jelas. Ketiga, semua kelompok masyarakat harus memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam pemilu. 


Tidak ada satu pun kelompok yang diperlakukan secara diskriminatif dalam proses pemilu. Keempat, pemiluh harus diberi keleluasaan untuk mempertimbangkan dan mendiskusikan pilihannya dalam suasana bebas, tidak di bawah tekanan, dan akses memperoleh informasi yang luas. Kelima, penyelenggara pemilu yang tidak memihak dan independen.


Terselenggaranya pemilu secara demokratis menjadi dambaan setiap warga negara Indonesia. Pelaksanaan pemilu dikatakan berjalan secara demokratis apabila setiap warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dapat menyalurkan pilihannya secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Setiap pemilih hanya menggunakan hak pilihnya satu kali dan mempunyai nilai yang sama, yaitu satu suara. 


Selanjutnya, pemilu diselenggarakan oleh penyelenggara pemilu yang mempunyai integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas yang dilaksanakan secara lebih berkualitas, sistematis, dan akuntabel dengan partisipasi masyarakat seluas-luasnya. Penyelenggara pemilu, aparat pemerintah, peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau pemilu, pemilih, dan semua pihak yang terkait harus bersikap dan bertindak jujur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Pemilih dan peserta pemilu mendapat perlakuan yang sama dan bebas dari kecurangan atau perlakuan yang tidak adil dari pihak mana pun. Pemilu harus dilaksanakan secara lebih berkualitas agar lebih menjamin kompetisi yang sehat, partisipatif, mempunyai derajat keterwakilan yang lebih tinggi, dan memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas. agar mekanisme pemilu  bisa berjalan dengan amanat undang undang sebagai pedoman dan konstitusi bangsa. (Sekian) 

Share:
Komentar

Berita Terkini