Angkat Tema "Nge-lem", Joker Malut Gelar Dialog Publik

Editor: Admin author photo

 

Dialog ini mengangkat tema " Darurat Ngelem Dikota Layak Anak" yang menghadirkan 5 (lima) Narasumber diantaranya: Dra.Heny Sutan Muda,SH selaku Anggota DPRD Kota Ternate,  Dra.Marjorie S.Amal,M.Si. Selaku Kadis PPA Kota Ternate, IPTU Joni Aryanto, S Tr.K.selaku Kasat Narkoba Polres Ternate, Dr. Muhammad Alhabsy,M.Kes selaku IDI Maluku Utara dan dr.Yazzit Mahdi, M.Kes, Sp.KJ selaku IDI Maluku Utara serta Khairun And Gani,SH selaku moderator yang memimpin jalannya dialog tersebut.

Ternate-Maraknya penggunaan lem Eha-bond di kalangan remaja dan anak dibawah umur khususnya kota ternate, Jaringan Komunitas Soccer (JOKER-MALUT) mengelar Dialog Publik yang bertempat di Warkop Soccer, Samping Stadion Gelora Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (30/12/2021).

Dialog ini mengangkat tema " Darurat Ngelem Dikota Layak Anak" yang menghadirkan 5 (lima) Narasumber diantaranya: Dra.Heny Sutan Muda,SH selaku Anggota DPRD Kota Ternate,  Dra.Marjorie S.Amal,M.Si. Selaku Kadis PPA Kota Ternate, IPTU Joni Aryanto, S Tr.K.selaku Kasat Narkoba Polres Ternate, Dr. Muhammad Alhabsy,M.Kes selaku IDI Maluku Utara dan dr.Yazzit Mahdi, M.Kes, Sp.KJ selaku IDI Maluku Utara serta Khairun And Gani,SH selaku moderator yang memimpin jalannya dialog tersebut.

Heny Sutan Muda Dan Marjorie S.Amal  mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja JOKER dalam menggelar kegiatan ini. “Karena ini dianggap sebagai persoalan yang perlu direspon oleh pemerintah kota Ternate ,”ucap dua narasumber yang mewakili pemerintah kota Ternate.

Menurut kedua tokoh perempuan ini yang pada kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa untuk mencegah penyalahgunaan lem eha-bond di kalangan remaja, butuh kerjasama, baik aparat pemerintahan, masyarakat dan terutama lingkungan keluarga, ini butuh kerjasama semua pihak, pemerintah, aparat keamanan, masyarakat dan terpenting keluarga.

Selain itu menurut mereka berdua, sekarang ini Pemerintah Kota Ternate telah  tetapkan asrama Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kelurahan Dufa-dufa, Kecamatan Ternate Utara, sebagai tempat rehabilitasi anak di bawah usia yang menggunakan lem Aha-bond.

"Berdasarkan rapat bersama Forkopimda  akan melakukan himbauan kepada toko-toko dan hotel untuk lebih memperketat pembelian dan penggunaan lem Aha-bond. “Jadi sesuai rapat bersama kemarin, pemerintah akan menyurat kepada mereka untuk lebih ketat, karena ini sudah banyak yang menggunakan ke hal-hal yang lain"ucap Heny dan kadis PPA kota Ternate.

Hal senada juga dikatakan oleh IPTU Joni Aryanto bahwa terkait persoalan ini menjadi tanggungjawab semua pihak dimana Pemerintah, orang tua, sekolah dan lingkungan agar  bisa mengontrol aktifitas generasi muda yang akhir-akhir ini melakukan kegiatan tidak normal seperti miras, narkoba dan paling terbaru itu konsumsi lem eha-bond.

Dirinya juga menghimbau agar pemerintah kota Ternate dapat membuat satu peraturan daerah seperti perwali agar persoalan ini bisa ada sanksi bagi mereka yang menghisap dan menjual secara bebas, dan sanksi inilah yang nantinya dapat membuat efek jera bagi pengguna utamanya dari kalangan remaja atau anak usia sekolah.

Bukan hanya itu saja pada dialog tersebut juga menghadirkan dua orang dari IDI Maluku Utara yang menjelaskan terkait Dampak dari penggunaan lem eha bon  yang bisa menyebabkan kerusakan otak seperti cepat pikun, parkinson dan kesulitan mempelajari sesuatu. Selain itu, fungsi otot juga akan melemah, cepat depresi, sakit kepala dan mimisan, serta kerusakan saraf yang memicu hilangnya kemampuan mencium bau dan mendengar suara.

“Banyak hal yang akan timbul ketika manusia menghirup lem dan sejenisnya seperti kerusakan otak dan paru-paru. Untuk kalangan pelajar sendiri akan membuat semangat belajarnya menurun dan dipastikan nilainya akan jeblok"ucap kedua dokter tersebut yang sehari-hari bekerja di rumah sakit jiwa Sofifi tersebut.

Kedua dokter tersebut juga menambahkan bahwa Efek yang ditimbulkan dari menghirup uap lem itu sendiri hampir mirip dengan jenis narkoba yang lain yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang serta rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya.

Efek lain yang bisa ditimbulkan saat pengaruh menghirup eha bond adalah tidak merasakan lapar meskipun sudah waktunya makan karena ada penekanan sensor lapar di susunan saraf di otak.

Mereka sendiri heran maraknya penggunaan lem eha bond dikalangan pelajar. Sehingga, harus ada langka tegas yang harus dilakukan termasuk pembatasan penjualan lem eha bond oleh pemilik toko dan warung.

Pada kegiatan ini juga disertai dengan interaksi pertanyaan dari peserta kepada narasumber dan seperti kita ketahui sendiri kegiatan ini juga  tetap melaksanakan protokol kesehatan. (Red-tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini