DKP Halteng Minta Kapal Tongkang Segera Di Pindahkan, Berikut Alasannya

Editor: Admin
Foto kapal tongkang yang berlabuh di pelabuhan Yefi Halmahera Tengah. (Red-tim) 

Weda- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) meminta kepada Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas III agar kapal tongkang yang berlabuh di pelabuhan Yefi untuk segera di pindahkan. 

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Halmahera Tengah Mufti Abd. Murhum mengatakan bahwa, Kawasan pesisir dari Nusliko sampai ke Kobe itu merupakan salah satu kawasan ekosistem pesisir yang menjadi penyangga Kota Weda dan itu sudah termasuk kawasan hutan lindung yang sudah di atur dalam tata ruang wilayah. 

"Di RZP3K yang lama 2014 maupun yang provinsi sekarang no 8 tahun 2018 itu juga mengamanatkan bahwa kawasan pesisir itu adalah kawasan lindung," ungkap Kepala Dinas DKP Halteng Mufti Abd. Murhum saat di konfirmasi oleh Nusantaratimur.com. Rabu (8/12/21) 

Lanjut Mufti bilang aktifitas kapal akan berdampak besar apalagi takbot dan tongkang yang berlabuh di pulau Yefi itu seharusnya tidak boleh. "Maka sikap dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas terkait agar segera kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan Yefi itu harus di pindahkan," tegas Mifta. 

Bahkan dari hasil kordinasi pihaknya dengan sahbandar weda sudah berjanji untuk mengkoordinasikan dengan pihak perusahan itu untuk segera keluar dari pulau Yefi. 

"Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) sudah melayangkan surat untuk kapal yang berlabuh di pulau Yefi itu agar segera keluar, karena kawasan itu adalah kawasan lindung perairan yang menjadi penyangga bagi kota weda dan kehadiran kapal tongkang yang berlabuh di pulau Yefi itu nelayan lokal merasa terganggu dengan kehadiran itu," pungkasnya (red:Dir)

Share:
Komentar

Berita Terkini