Ibu Hetty Andika Perkasa Berbagi Tali Asih Bersama Warga Terdampak Banjir Rob

Editor: Admin
Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Hetty Andika Perkasa dalam kunjungannya bersama Panglima TNI menyempatkan mampir ke lokasi pengungsian di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Kota Ternate, beserta pengurus daerah Dhama Pertiwi Daerah. Jum'at (10/12/2021)

Ternate - Jumlah warga korban Banjir Rob di Kota Ternate, Maluku Utara yang mengungsi di tiga lokasi pengungsian. Dari data Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPDB) Ternate, hingga Selasa 9 Desember 2021, jumlah pengungsi sudah mencapai 701 orang dari sebelumnya 582 orang. Dilokasi SKB Ternate tercatat ada 110 KK (359 jiwa) yang berada di tempat pengungsian tersebut.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Hetty Andika Perkasa dalam kunjungannya bersama Panglima TNI menyempatkan mampir ke lokasi pengungsian di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Kota Ternate, beserta pengurus daerah Dhama Pertiwi Daerah. Jum'at (10/12/2021)

"Saya hari ini bersama para Ibu-ibu pengungsi yang selesai beraktivitas olahraga pagi dengan ceria menghibur para ibu-ibu dan adik-adik yang mengalami musibah banjir air rob yang terjadi 3 hari berturut-turut akibat cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah Maluku Utara khususnya Kota Ternate," ungkanya. 

Disela-sela kunjungan ibu Hetty melihat juga Posko yang didirikan BPBD Kota Ternate dan Kodim 1501/Ternate melihat data korban dan melihat rumah/hunian korban yang rusak akibat terjangan ombak melalui foto yang terpasang, kemudian melihat dapur lapangan dan tempat istirahat para pengungsi untuk meyakinkan bahwasannya tempat pengungsian aman dan nyaman bagi para korban.

"Tawa riang sempat terlihat diwajah para ibu-ibu dan adik-adik korban Rob sedikit mengurangi dampak psikologi yang terjadi di karenakan trauma akan bencana yang mereka alami," ujar Hetty. Tidak lupa Ibu Hetty Andika Perkasa memberikan bingkisan kecil sebagai tanda tali asih ke pada para pengungsi. 

Sebelum bertolak meninggalkan lokasi pengungsian Ibu Ketua Dharma Pertiwi Itu menyempatkan berswafoto foto dengan ibu-ibu pengungsian dan para ibu-ibu tenaga medis yang stanby di lokasi pengungsian. (Red/Pen 152)

Share:
Komentar

Berita Terkini