Kapal Berlabuh Tanpa Ijin, DPRD Halteng Minta DLH Bersikap Tegas

Editor: Admin author photo
Kapal tongkang yang berlabuh di pelabuhan Yefi. (Red:tim) 

Weda- Sekertaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Tengah (Halteng) meminta kepada Dinas terkait agar segera mengambil langka untuk memindahkan tongkang milik perusahan yang berlabuh di pelabuhan Yefi.

"Saya sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Tengah untuk ambil langkah, termasuk mengecek dokumen mereka apakah Yefi itu masuk dalam kawasan pelabuhan dan ada izin berlabu atau tidak. Kalau tidak masuk dalam kawasan pelabuhan, kapal tongkang itu ada disitu atas izin siapa," ungkap Sekertaris Komisi III DPRD Halteng Munadi Kilkoda. Senin, (6/12/21) 

Menurutnya, kita khawatirkan keberadaan kapal tongkang milik perusahan itu bisa merusak ekosistem yang ada di sekitar pulau Yefi. 

Karna ada warga yang lapor katanya padang lamun sama terumbu karang di sekitar situ sudah rusak dan itu yang kita sayangkan. 

"Apalagi kan setau saya tempat berlabuh mereka merupakan salah satu spot wisata warga Weda, jadi pasti sangat terganggu," bebernya kesal. 

Politisi Partai NasDem itu juga menambahkan, sudah tidak berkontribusi terhadap pendapatan warga baru merusak lagi ekosistemnya. "Saya menduga, kapal-kapal ini baru habis pemuatan ore nikel, lalu mereka berlabuh disitu, jangan sampai kegiatan pembersihan kapal itu sekaligus pembuangan ore dan sisa oli juga dijatuhkan ke laut," ungkap Munadi curiga. 

Munadi bilang kalau itu dilakukan oleh perusahaan sangat disayangkan. "Karena itu kita meminta Dinas terkait ambil langkah segera meminta mereka keluar dari kawasan itu. Kalau ada kerugian lingkungan yang disebabkan oleh mereka, harus ada denda untuk rehabilitasi kembali," pungkasnya. (Red/dir)

Share:
Komentar

Berita Terkini