Konkorcab PKC PMII Aceh Berpolemik, Ketum PB Di Minta Turun Tangan

Editor: Admin author photo
Devi wahyuni Ketua Demisioner Kopri PKC PMII Aceh 

Aceh-Konferensi Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aceh (Konkoorcab Pmii Aceh) ke XI yang dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang, Pada tanggal 30 November s.d 1 Desember 2021, menuai berbagai polemic, khususnya kader KOPRI Aceh.

Polemik itu berasal dari acara Konkoorcab yang dianggap tidak transparansi oleh Badan Penyelenggara Konkoorcab (BPK) karena terdapat pelanggaran terhadap beberapa aturan dan mekanisme yang menjadi syarat konferensi bisa dianggap sah.

Devi wahyuni Ketua Demisioner Kopri PKC PMII Aceh mengatakan idealnya, calon ketua kopri itu sudah Strata Satu (S1) dan telah mengikuti jenjang kaderisasi Kopri seperti SIG dan SKK dengan dibuktikan oleh Ijazah/Transkip Nilai serta sertifikat kaderisasi jika syarat verifikasi tersebut tidak dipenuhi, maka dianggap cacat hukum.

Gadis berdarah Aceh itu mengatakan ada yang belum selesai studi Strata Satu (S1), yaitu Widia Fitri kader kopri PMII Kabupaten Aceh Tenggara, bahkan dalam prosesnya, sudah pasti itu tidak memenuhi syarat, tetapi pada praktiknya di loloskan dan bisa menjadi ketua Kopri PKC PMII Aceh terpilih yang di tetapkan oleh presidium sidang.

“lebih dari itu, yang sangat disayangkan Widia Fitri adalah kader kopri dari kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Sepakat Segenep (STAISES) Kutacane - Aceh Tenggara dengan ini telah memalsukan surat keterangan lulus terhadap syarat yang telah di tetapkan dalam Konkoorcab. "Ada berupa Transkip Nilai padahal dianya baru selesai PPL belum pun sidang sarjana dan hal itu Kami mempunyai bukti yang kuat kalau Widia masih aktif sebagai mahasiswi di kampus tersebut," beberapa Devi. 

Lanjut Devi mengatakan presidium sidang yang di pimpin oleh Aris Tama Sekretaris Bidang Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat mewakili PB PMII juga ikut andil dalam mengambil keputusan, "Yang bersangkutan telah mengesampingkan Nilai organisasi demi melancarkan ambisi pribadi dan kelompok dengan mempermainkan aturan semaunya demi memuluskan ambisi," ungkapnya kesal. 

Dengan cacatnya ketua Kopri PKC PMII Aceh, Devi wahyuni menuntut Ketua Umum PB PMII untuk bertindak tegas terhadap hal ini. "Segera memproses secara hukum akan pemalsuan data yang diberikan dan sanksi berat kepada Aris Tama berupa pemecatan sebagai pengurus PB PMII yang mengesampingkan nilai organisasi," pintanya. 

Sampai berita ini diterbitkan pihak terkait masih dalam usaha konfirmasi wartawan kami.(red/tim) 

Share:
Komentar

Berita Terkini